Review Film The Twilight Saga Breaking Dawn Part II (2012) Perang Besar Antar Klan Vampir

 

©2012/Summit Entertainment/Breaking Dawn Part II/All Rights Reserved.

Review The Twilight Saga Breaking Dawn Part II (2012) Perang Besar Antar Klan Vampir

Oleh Nabil BakriSkywalker Hunter

Periksa index

Review berikut menggunakan gambar/foto milik pemegang hak cipta yang dilindungi doktrin fair use. The following review utilizes copyrighted pictures under the doctrine of fair use.

Genre             : Drama Romatis—Fantasi—Aksi

Rilis                 : 16 November 2012

Durasi             : 115 menit

Episode           : -

Review Twilight [2008]

Review New Moon [2009]

Review Eclipse [2010]

Review Breaking Dawn Part I [2011]

Review Breaking Dawn Part II [2012]

Sinopsis

Racun vampir Edward mulai bereaksi terhadap tubuh Bella. Perlahan-lahan, racun itu menyebar ke seluruh tubuh Bella dan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh persalinan Renesmee yang nyaris merenggut nyawa Bella. Wanita itu terbangun dalam keadaan segar dan telah “resmi” menjadi vampir. Menurut anggota keluarga Cullen, vampir yang masih baru adalah vampir yang sangat kuat, haus darah manusia, dan tidak bisa ditebak. Namun, mereka mengakui bahwa Bella adalah sebuah pengecualian karena dia sangat tenang dan bisa mengendalikan diri dengan baik. Ia juga sudah mampu berburu binatang liar dengan gesit dan tepat sasaran. Akhirnya, Bella dipertemukan kembali dengan puterinya yang baru lahir. Ia terkejut karena bayi yang dilahirkannya semalam sudah tumbuh seolah-olah telah berusia beberapa bulan. Bella juga terkejut Jacob justru bercengkerama hangat dengan anggota keluarga Cullen terutama Rosalie, padahal Bella tahu benar kalau Jacob membenci vampir dan sudah siap membunuh Edward jika Bella sudah berubah menjadi vampir. Namun hal itu tidak dilakukan Jacob karena ia melakukan imprint kepada Renesmee. Maka, Jacob dengan pasrah terus berada di samping Renesmee untuk melindunginya. Perasaan cinta Jacob kepada Renesmee yang masih bayi membuat Bella marah besar. Ia pun menggunakan kekerasan untuk mengusir Jacob. Namun, Bella akhirnya sadar bahwa keberadaan Jacob sebenarnya bagus untuk perlindungan ekstra bagi Renesmee—keluarga Volturi telah mengetahui keberadaan Renesmee dan berencana menghancurkan seluruh keluarga Cullen karena dianggap melanggar peraturan.


©2012/Summit Entertainment/Breaking Dawn Part II/All Rights Reserved.

Salah satu peraturan kaum vampir adalah mereka dilarang menggigit anak kecil untuk dijadikan vampir. Itu karena vampir anak-anak akan menjadi kanak-kanak selamanya sehingga tidak akan pernah bisa berpikir dewasa. Sifat mereka yang labil dan “kekanak-kanakan” sangat berbahaya karena mereka tidak paham dan tidak peduli aturan. Sehingga, anak vampir yang marah bisa menghabisi seisi desa tanpa peduli mengancam keberadaan kaum vampir. Keluarga Volturi, atas dasar kesaksian Irina dari klan Denali, yakin bahwa Renesmee adalah vampir anak-anak yang lahir karena digigit oleh salah satu anggota keluarga Cullen. Namun, Renesmee sebetulnya sama sekali bukan vampir anak-anak seperti yang ditakutkan oleh Volturi. Renesmee senantiasa bertumbuh besar dan bisa mengkonsumsi baik darah maupun makanan manusia. Ia adalah keturunan berdarah campuran [hybrid] manusia dengan vampir. Permasalahan keluarga Cullen yang semakin rumit membuat mereka memutuskan untuk memutus hubungan Bella dengan keluarga manusianya dengan cara memberi tahu Charlie bahwa Bella sudah meninggal dunia. Setelah itu, mereka akan pergi sejauh mungkin dari Forks.

©2012/Summit Entertainment/Breaking Dawn Part II/All Rights Reserved.

Keputusan itu ditentang oleh Jacob. Menurutnya, Charlie sudah sangat menderita dan tidak sepantasnya Bella makin menyiksa ayahnya sendiri dengan kabar duka. Jacob juga tidak mau keluarga Cullen pergi karena ia akan berpisah dengan Renesmee. Maka, Jacob nekat memberi tahu Charlie bahwa Bella masih hidup. Namun, ia mewanti-wanti Charlie bahwa kehidupan Bella yang sekarang penuh dengan hal-hal yang di luar nalar manusia. Jacob menjelaskan maksudnya secara langsung dengan berubah menjadi serigala di hadapan Charlie. Akhirnya, Charlie bertemu kembali dengan Bella dan bisa melihat cucunya. Charlie melihat keanehan pada anak dan cucunya, namun Bella meyakinkan Charlie untuk tida khawatir. Sementara itu, kedatangan keluarga Volturi semakin dekat. Carlisle mulai menghubungi teman-temannya untuk dijadikan saksi. Ia meminta mereka datang ke Forks untuk mengamati sendiri Renesmee dan bersaksi di hadapan Volturi bahwa Renesmee bukanlah vampir anak-anak, melainkan vampir campuran yang akan tumbuh dewasa dan tidak berbahaya. Di tengah kepanikan, Alice dan Jasper justru pergi meninggalkan keluarga Cullen tanpa menjelaskan apapun kepada keluarga Cullen. Walau demikian, Bella menemukan pesan rahasia Alice dan meyakini bahwa Alice sedang menyusun rencana mengatasi masalah besar yang menanti. Alice melihat bahwa perang besar tidak terhindarkan akan segera terjadi. Mereka harus berusaha supaya tidak terjadi pembantaian. Dengan ancaman yang semakin mendekat, makin banyak pemuda suku Quileute yang berubah menjadi serigala dan bergabung dengan Jacob. Kelompok serigala Sam juga merasakan ancaman yang sama dan Sam memutuskan untuk berdamai dengan Jacob dan bekerja sama. Aliansi kumpulan klan vampir dan serigala yang dibangun akan ditandingkan dengan pasukan keluarga Volturi yang sangat kuat.

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

01 Story Logic

Secara keseluruhan, Breaking Dawn Part II memiliki konsep dan detil cerita yang tidak logis. Pertama-tama, film ini seharunya merupakan sebuah Drama Romantis yang memiliki karakteristik tersendiri berbeda dari Fantasi, Aksi, dan genre lainnya. Namun, bagian Drama Romantis dalam film ini nyaris tidak ada atau porsinya terlalu sedikit sehingga ditutupi oleh porsi Fantasi dan Aksi [proporsi ketiga genre yang menaungi tidak seimbang]. Apalagi, porsi genre Aksi di dalam film ini pun pada akhirnya di-negasi oleh adegan pertarungan terakhir yang kontroversial karena berbeda dari novelnya. Namun demikian, sepeti biasa, porsi masalah logika terbesar ada pada detil ceritanya: Perubahan Bella menjadi vampir yang langsung beraksi terjadi terlalu cepat. Baik Bella maupun penonton tidak diberi waktu untuk berhenti sejenak dan mengagumi perubahan Bella. Sudah sejak film pertama Bella ingin menjadi vampir dan kini ia akhirnya berubah menjadi vampir. Mencapai keinginan semacam itu akan logis jika membuat Bella tertegun secara spiritual sehingga ia sejenak merasa tidak percaya bahwa apa yang diimpi-impikannya menjadi nyata—“wow, aku benar-benar menjadi vampir sekarang!”—tetapi Bella langsung melesat seperti sudah menjadi vampir selama beberapa hari.

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

Cara keluarga Cullen mengatasi kecurigaan Charlie juga tidak masuk akal: keluarga Cullen yang cerdas dan mempunyai banyak uang untuk memanipulasi nyaris segala sesuatu, memutuskan untuk memberi tahu Charlie bahwa Bella telah meninggal dunia. Padahal, mereka bisa dengan mudah berbohong misalnya mengatakan bahwa Bella terkena sebuah penyakit menular dan sedang dalam proses terapi atau Bella sudah sehat dan sedang bepergian untuk mengadopsi anak. Kondisi fisik Bella sebagai vampir masih sama dengan fisiknya saat menjadi manusia, jadi ia tidak perlu menghilang sepenuhnya dari kehidupan Charlie—setidaknya tidak untuk waktu beberapa tahun ke depan. Keluarga Cullen adalah keluarga kaya raya. Bella bisa saja menjelaskan bahwa dirinya melakukan berbagai terapi dan operasi plastik mahal untuk terlihat awet muda. Baru setelah lima tahunan kemudian [atau bahkan lebih], mereka bisa mengatakan pada Charlie bahwa Bella akhirnya meninggal sekeluarga bersama Edward dan Renesmee. Toh Renesmee akan terus bertumbuh besar sehingga orang tidak percaya mereka adalah keluarga vampir. Proses bagaimana Charlie tahu soal kebenaran juga tidak masuk akal. Respons Charlie terlalu tenang saat melihat Jacob berubah menjadi manusia serigala dan melihat Bella sudah melahirkan anak walau belum hamil selama 9 bulan dan bayi itu sudah seperti berusia beberapa bulan padahal baru lahir selama beberapa hari.

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

Selain poin tidak masuk akal pada detil Drama dan Romantis pada Drama Romantis ini, unsur Fantasi di dalamnya juga semakin mengada-ada dengan menampilkan berbagai karakter yang memiliki kekuatan super seolah-olah mereka adalah superhero dari Marvel. Pengungkapan ini bertolak belakang dengan film Twilight pertama yang lehih “subtle” dalam memberikan kekuatan super pada karakternya—pun kekuatan mereka sangat “subtle” sehingga sama sekali tidak dapat diasosiasikan dengan superhero Marvel karena kekuatan mereka di luar batas “spektakuler”, tergolong “flawed”, tidak berlebihan atau “stands-out”, dan jarang dimiliki kaum vampir. Bahkan, kemampuan super dalam Twilight pertama sama sekali tidak ditampilkan sebagai kekuatan super, tapi lebih ditekankan sebagai “bakat”. Dengan demikian, vampir yang berbakat dalam Twilight benar-benar jarang sehingga benar-benar istimewa. Namun dalam Breaking Dawn Part II, terlihat mudah sekali menjumpai vampir yang memiliki kekuatan super sehingga keberadaan mereka tidak lagi istimewa karena sudah “pasaran”—Bahkan Bella pun punya kekuatan super!  Padahal dalam film New Moon digambarkan bahwa bakat di klan vampir sangat jarang sampai-sampai keluarga Volturi [terutama Aro] sangat menghargai bakat dan mencoba merekrut mereka yang berbakat sebisa mungkin. Jika Carlisle bisa dengan mudah menemukan vampir lain dengan kekuatan super, tidak masuk akal jika keluarga Volturi gagal menemukan para vampir itu sebelum Carlisle mengingat Aro sangat berambisi mengumpulkan para vampir super dan mereka bisa memanfaatkan “kekuatan politik” mereka untuk memburu para superhero satu per satu. Secara umum cerita dalam film ini tidak masuk akal.

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

02 Story Consistency

Alur cerita film ini kurang konsisten karena membawa beban terlalu banyak poin cerita yang harus dieksplorasi: kelanjutan drama cinta Edward dengan Bella, hubungan keluarga Cullen dengan para serigala, perseteruan Cullen dengan Volturi, dan mengembangkan (expanding) universe Twilight dengan menceritakan kehidupan dan kekuatan super vampir-vampir baru. Poin paling utama keseluruhan saga Twilight, yakni kisah asmara Edward dan Bella, justru kurang dieksplorasi dalam Breaking Dawn Part II. Kemunculan J. Jenks dalam film ini juga jadi “mubadzir” atau sia-sia karena memang keberadaannya sama sekali tidak signifikan. Kemunculan J. Jenks bisa saja dilewati dengan cara mengarahkan Bella ke sebuah biro atau jasa penyimpanan di mana Alice dan Jasper sudah menyimpan dokumen penting untuk mengelabuhi Volturi di kemudian hari [karena dokumen itu sejatinya hanya dijadikan sebagai motivasi supaya masa depan yang terjadi bisa sesuai dengan ramalan Alice dan membuat Aro percaya pada ramalan itu]. Memang, film ini hanya mengikuti alur yang ada di bukunya, namun lagi-lagi perlu diingat bahwa buku [atau serial televisi sekalipun] memiliki keleluasaan [privilege] untuk mengeksplorasi lebih banyak cabang cerita karena tidak dibatasi oleh “kuantitas sekali duduk” atau daya tahan seseorang mengkonsumsi informasi dalam sekali duduk sehingga ceritanya masih bisa dilanjutkan di bab berikutnya [atau episode dan season berikutnya untuk serial televisi].

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

03 Casting Choice and Acting

Pemilihan aktor dalam film ini sudah baik. Sama halnya dengan permasalahan akting dalam franchise ini secara keseluruhan [dimulai dari Twilight hingga Breaking Dawn], naskah yang diberikan kepada para aktor memang kurang kuat sehingga para aktor pun cukup kesulitan untuk memberikan performa terbaik mereka. Nyatanya, Robert Pattinson dipuji dalam Cosmopolis dan The Lighthouse, Kristen Stewart dipuji dalam Panic Room dan Adventureland, dan Taylor Lautner bermain baik dalam Abduction [sayangnya sebagian besar kritikus sudah terlanjur tidak menyukai aktor ini karena keterlibatannya dalam Twilight dan gagal “menghilangkan” aura Jacob/Twilight setelah saga itu berakhir, tidak seperti Robert dan Kristen yang berhasil “menunjukkan sisi lain kemampuan akting mereka di luar persona Edward dan Bella—salah satunya dengan memilih film dengan genre dan peran yang berbeda jauh dari Twilight sekaligus mendapat pujian kritikus [tidak perlu pujian penonton] seperti film-film festival untuk menunjukkan rentang (range) kemampuan aktingnya]. Aktor-aktor “baru” dalam Breaking Dawn Part II juga mayoritas bukan aktor sembarangan. Ada Rami Malek yang kemudian dipuji dalam Bohemian Rhapsody dan ada pula Lee Pace yang kemudian dipuji dalam The Hobbit dan Guardians of the Galaxy.

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

04 Music Match

Tidak ada keluhan di pemilihan musik. Breaking Dawn Part II membawa kembali sedikit nuansa musik Twilight pertama [dengan Renesmee’s Lullaby yang merupakan musik dari Edward untuk Renesmee setelah Edward membuat Bella’s Lullaby dalam Twilight] dan menyuguhkan A Thousand Years versi-2 yang menuai pujian berbagai kalangan termasuk kalangan pengamat musik. Lagu-lagu dalam film ini dinilai mampu menjadi tanda “perpisahan” atau penutup yang baik bagi Twilight Saga dan tidak mengecewakan.

Penilaian Profesional dalam Musik

Hasil Penilaian

Pemberi Nilai

Nilai

4music

Allmusic

Consequence of Sound

Entertainment Weekly

(B)

Hitfix

(B-)

The Montreal Gazette

Newsday

(B)

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

05 Cinematography Match

Tidak ada keluhan dalam poin sinematografi.

06 Costume Design

Tidak ada keluhan dalam poin pemilihan kostum.

07 Background/Set Match

Tidak ada keluhan dalam pemilihan latar belakang.

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

08 Special and/or Practical Effects

Secara keseluruhan, efek visual film ini memang sudah bagus. Namun, bagusnya efek visual dalam Breaking Dawn Part II adalah “bawaan” sejak film pertama yang memang sudah menyajikan efek visual dengan baik—termasuk dalam hal teknis presentasi ukuran layar dan pewarnaan adegan. Maka, tidak ada yang istimewa dari efek visual pertarungan vampir melawan serigala dalam film ini karena memang sudah pernah ditampilkan dalam film sebelumnya dan sudah baik hasilnya. Satu-satunya penggunaan efek visual yang baru dilakukan dalam Breaking Dawn adalah efek visual bayi komputer/CGI Renesmee yang tidak ada dalam Twilight, New Moon, dan Eclipse. Dengan demikian, jika ingin menilai pencapaian efek visual yang sebenarnya dalam Breaking Dawn adalah dengan melihat efek komputer Renesmee. Sayang sekali, efek komputer Renesmee terlihat sangat kasar seperti hasil animasi komputer yang dibuat pada akhir 1990-an. Dalam Breaking Dawn Part I, kekurangan ini masih bisa ditoleransi karena porsinya sangat kecil sehingga penonton hanya melihat Renesmee sekilas/sebentar. Namun dalam Breaking Dawn Part II, Renesmee lebih sering muncul dan setiap kali ia muncul dalam bentuk CGI, efek visualnya sangat kurang karena memang masih terlihat kasar seperti belum sepenuhnya selesai atau masih ada sentuhan-sentuhan akhir yang belum dilaksanakan. Karena porsi kemunculan Renesmee “palsu” sangat besar, maka efek visual pada karakter ini menjadi garda terdepan alias “cover” yang mewakili efek-efek lain di keseluruhan film. Jika memang demikian, maka dapat dikatakan bahwa efek komputer dalam film ini yang dikembangkan secara khusus untuk film ini, masih sangat kurang.

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

09 Audience Approval

Mayoritas penonton memberikan respons positif untuk film ini, namun hanya sampai sebelum adegan puncak. Hal ini karena adegan puncak dalam film ini berbeda sama sekali dengan adegan yang ada di buku yakni bukan lagi sebuah adegan puncak. Dengan demikian, penonton terbagi dua antara yang menyukai perubahan tersebut, dan yang kecewa atau menyayangkan perubahannya.

10 Intentional Match

Film ini dimaksudkan untuk menjadi penutup dari salah satu seri film paling besar di Hollywood. Sebelum Breaking Dawn dirilis, banyak pihak yang menyatakan bahwa akan sulit menutup seri ini dengan baik, apalagi setelah Eclipse mampu memperbaiki kesalahan dalam New Moon dengan sangat baik. Terlebih lagi, sumber cerita dari film ini—yakni novelnya sendiri—sudah dipenuhi masalah logika, konsistensi, dan tanggapan masyarakat yang tidak sehangat entri sebelumnya. Dilihat dari sumber materinya, Breaking Dawn merupakan entri yang paling sulit [selain Twilight pertama karena harus memulai segala sesuatu dari awal dan menentukan standar (the course of the franchise)] untuk diangkat ke layar lebar. Dari masalah teknis yakni jumlah halaman dan pergeseran sudut pandang pencerita saja sudah menjadi tantang tersendiri untuk film ini. Namun, Breaking Dawn Part II berhasil menyelesaikan seri ini dengan baik karena dibagi secara proporsional dengan Breaking Dawn Part I dan mengemukakan kembali nuansa-nuansa yang sudah disajikan dalam seri Twilight sebelumnya untuk dijadikan penutup. Dilihat dari jumlah penjualan tiket bioskop, film ini juga telah memenuhi harapan pihak studio.

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

ADDITIONAL CONSIDERATIONS

[Lima poin tambahan ini bisa menambah dan/atau mengurangi sepuluh poin sebelumnya. Jika poin kosong, maka tidak menambah maupun mengurangi 10 poin sebelumnya. Bagian ini adalah pertimbangan tambahan Skywalker, maka ditambah atau dikuranginya poin pada bagian ini adalah hak prerogatif Skywalker, meskipun dengan pertimbangan yang sangat matang]

01 Skywalker’s Schemata

Ketika film ini dirilis, saya masih merasa kecewa dengan Harry Potter and the Deathly Hallows Part II karena gagal memberikan penutup yang memuaskan. Saya merasa perjalanan selama 10 tahun mengikuti Harry dan dunia sihirnya gagal ditutup dengan baik—gagal memberikan nuansa “kenyang” kepada saya. Selain nuansanya memang berbeda jauh dari film-film Harry Potter dengan rating tinggi [1, 2, dan 3] Harry Potter and the Deathly Hallows Part II pun memiliki nuansa yang berbeda dari Part I. Berbekal kekecewaan itu, saya menonton Breaking Dawn Part II. Memang, adegan puncaknya cukup mengecewakan, namun secara keseluruhan, Breaking Dawn Part II berhasil membuat saya “kenyang” dan bisa melepas kepergian Twilight dengan tenang. Breaking Dawn Part II berhasil mengikat keseluruhan cerita dalam seri Twilight dengan baik lewat caranya mengingatkan kembali nuansa film-film sebelumnya dan memberikan lagu penutup yang menuai pujian pengamat musik dan berhasil menjadi lagu penutup yang sesuai dengan tema besar The Twilight Saga. Tidak diduga bahwa bagian kredit akhir sebuah film mampu menjadi sebuah ucapan selamat tinggal yang ampuh dan memberi kesan “kenyang” tadi kepada penonton [completed the circle]. Well done.

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

02 Awards

Meskipun tidak mendapatkan penghargaan dari ajang penghargaan yang serius di mata nternasional, Breaking Dawn Part II mendapatkan banyak sekali penghargaan di antaranya: 7 kemenangan dalam Teen Choice Award 2013, 5 kemenangan dalam Empire Cinemas Alternative Movie Awards 2013, dan berbagai penghargaan yang diberikan oleh People’s Choice Awards, Young Artist Awards, serta Nickelodeo Kid’s Choice Awards.

03 Financial

Dari dana sebesar $120 juta, Breaking Dawn Part II berhasil menjual tiket sebanyak $829 juta. Sampai tahun 2014, Breaking Dawn Part II sudah terjual sebanyak 5 juta keping DVD dan 1 juta keping Blu-ray Disc dengan total keuntungan mencapai $99 juta. Di pasar Asia, film ini juga dijual dalam format VCD dan di tahun 2018 dipasarkan dalam format Blu-ray 4K. Tentu saja hal ini semakin menambah angka pendapatan dari Breaking Dawn Part II.

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.

04 Critics

Kritikus memberikan tanggapan yang beragam untuk film ini. Sebagian besar tidak mengubah pandangan mereka terhadap seri Twilight—yakni mereka tidak menyukainya [sudah menjadi rahasia umum bahwa The Twilight Saga adalah salah satu seri sukses yang dibenci para kritikus]—namun kebanyakan dari mereka menyatakan bahwa Breaking Dawn Part II lebih baik dari film-film sebelumnya dan berhasil memberikan penutup yang “layak” untuk sebuah seri yang memiliki skala besar seperti itu.

05 Longevity

[Pending—karya masih berusia di bawah 10 tahun]

Final Score

Skor Asli                     : 7.5

Skor Tambahan           : -1/2

Skor Akhir                  : 7/10

Spesifikasi DVD

Judul               : The Twilight Saga: Breaking Dawn Part II

Rilis                 : 2 Maret 2013

Format             : VCD, DVD, Blu-ray

Kode Warna    : PAL [VCD], NTSC [DVD], Full HD 60-24p [Blu-ray]

Fitur                : Behind the scenes, Audio commentary

Support           : Windows 98-10 [VLC Media Player], DVD Player, HD DVD Player [termasuk X-Box 360], Blu-ray Player [termasuk PS 3 dan 4], 4K UHD Blu-ray Player [termasuk PS 5].

Review Twilight [2008]

Review New Moon [2009]

Review Eclipse [2010]

Review Breaking Dawn Part I [2011]

Review Breaking Dawn Part II [2012]

***

Edisi Review Singkat

Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa untuk menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Karena menggunakan standar yang baku, edisi review Skywalker akan jauh lebih pendek dari review Nabil Bakri yang lainnya dan akan lebih objektif. 

Skywalker Hunter adalah alias dari Nabil Bakri

©2012/Summit Entertainment/all rights reserved.