10 Film Post-Apocalyptic Paling Populer


10 Film Post-Apocalyptic Paling Populer
Oleh Nabil Bakri (instagram @skywalkerhunter95)


Overture
Sejak bumi terbentuk, planet ini tidak pernah lepas dari bencana baik itu berasal dari bumi sendiri maupun dari luar angkasa (dan sayangnya juga dari manusia seperti tragedy Chernobyl). Banyak bencana yang terjadi mungkin sifatnya bisa dikategorikan mulai dari ringan, sedang, hingga berat—pada akhirnya terjadi kerusakan tetapi penghuni bumi umumnya akan selamat. Walau demikian, ada beberapa bencana yang jauh melebihi ketiga kategori itu dan sifatnya meluluhlantakan seantero bumi dan membumihanguskan makhluk hidupnya. Sebut saja meteor raksasa yang jatuh di zaman dinosaurus. Jatuhnya meteor itu memberikan luka cekungan selebar pulau dan dampak ledakannya praktis membinasakan para dinosaurus. Bagi dinosaurus yang masih hidup, jatuhnya meteor hanyalah awal dari fenomena berantai berubahnya iklim secara ekstrem. Laut menjadi padang pasir, es bermunculan, kekeringan hebat melanda—bumi seolah dikuras setiris-tirisnya. Visualisasi yang menarik dari kejadian ini bisa dilihat dalam film Disney Fantasia yang dirilis tahun 1940. Pertanyaan pertama yang muncul adalah, jika hal semacam ini sudah pernah terjadi, apa ada jaminan kalau hal ini tidak akan terjadi lagi di zaman peradaban manusia? Bayangkan jika yang terjadi pada dinosaurus terjadi di tengah Jakarta. Meletusnya gunung Tambora saja konon cukup memengaruhi iklim hingga pasukan Napoleon menderita musim dingin ekstrem karena momen meletusnya gunung selain membunuh sekitar 100.000 jiwa juga memberikan dampak iklim yakni “tahun tanpa musim panas” pada 1816 (seperti dikutip dari judul artikel dalam Phys.org tahun 2018, “Napoleon’s Defeat at Waterloo Caused in Part by Indonesian Volcanic Eruption” alias “Kekalahan Napoleon di Waterloo Sebagian Disebabkan Meletusnya Gunung Berapi di Indonesia”)

(foto milik ScyTech Daily https://scitechdaily.com/study-links-the-explosive-eruption-of-mount-tambora-and-the-1816-year-without-a-summer/)

Pertanyaan yang ke dua adalah, apakah bencana itu akan memberikan dampak ringan, sedang, berat, atau bahkan berskala kiamat bagi umat manusia. Dari sinilah muncul istilah post-apocalyptic scenario di mana post- berarti “setelah”, apocalyptic berarti “seperti/menyerupai/mendekati kiamat”, dan scenario berarti “kemungkinan” atau “keberlangsungan” atau lebih harfiah berarti “skenario”. Maka, berbagai skenario dipikirkan dan diceritakan sebagai kemungkinan-kemungkinan keberlangsungan umat manusia jika sampai bencana mendekati kiamat terjadi. Dalam post-apocalyptic scenario, dunia tidak seperti “sekadar” diterjang tsunami, tapi benar-benar dihancurkan sehingga tidak ada lagi sistim pemerintahan atau aturan yang jelas dan mengikat. Yang ada adalah kelompok-kelompok kecil atau koloni, dan bahkan mungkin pengelana individual (lone wolf) atau satu keluarga inti saja. Skenario kali ini berbeda jauh dari skenario dystopian di mana terjadi perubahan tatanan pemerintahan yang menindas—tapi konsep aturan dan kepemimpinan masih jelas dan umat manusia masih tetap dominan. Dalam skenario post-apocalyptic manusia mungkin bukan lagi spesies dominan. Nah, kali ini penulis memilih 10 film post-apocalyptic paling populer.


10. Falling Skies (2011-2015)

Sebuah pengecualian, Falling Skies sebetulnya bukan film melainkan sebuah serial televisi. Serial ini bercerita tentang invasi alien ke bumi. Para alien mendarat dengan tujuan untuk menjajah, jadi manusia hanya punya tiga pilihan: 1)tewas karena dibunuh alien, kelaparan, atau sakit bagi orang dewasa dan tua 2)ditangkap dan dijadikan budak alien bagi yang masih muda, dan 3)bertahan hidup secara gerilya. Seri ini memvisualisasikan keadaan di mana peradaban manusia benar-benar direnggut dan tidak ada lagi sistim pemerintahan yang berjalan. Semua orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri bahkan dalam sebuah komunitas penyintas atau kelompok pertahanan.


9. The Colony (2013)

Film dengan bintang Kevin Zegers (mantan actor cilik tokoh utama Air Bud), Laurence Fishburne (Morpheus dalam The Matrix), dan Bill Paxton (Brock dalam Titanic) ini mengisahkan bumi yang diselimuti oleh es alias memasuki zaman es baru. Sebelumnya, umat manusia berusaha mengendalikan cuaca dan suatu ketika mulai turun salju yang tidak berhenti turun. Karena matahari tidak bersinar, ladang menjadi tandus dan manusia menjadi kelaparan. Sebagian besar manusia mati dan yang masih hidup terpecah menjadi beberapa koloni saja yang bertahan dengan bersembunyi atau membentuk koloni di tempat-tempat bawah tanah seperti bekas pertambangan. Koloni 7 tengah dilanda penyakit flu menular yang mematikan dan suplai daging binatang mulai menipis saat mereka menerima panggilan bantuan darurat dari koloni 5. Tiga orang mendatangi koloni 5 untuk melihat situasi dan memberikan bantuan. Saat mereka tiba di koloni tersebut, mereka harus melihat kenyataan mengerikan penuh pertumpahan darah. Dari tiga anggota penyelamat, hanya satu yang berhasil kembali ke koloni 7. Suatu kengerian mengikuti satu orang itu dan kengerian itu kini tahu keberadaan koloni 7 dan bersiap melakukan kebengisan yang sudah mereka lalukan terhadap koloni 5. Film ini menceritakan titik terendah umat manusia saat manusia putus asa dan menjadi beringas sama sekali kehilangan sisi kemanusiaannya.


8. Pandorum (2009)

Sebuah pesawat antariksa menjelajah luar angkasa untuk membangun kembali peradaban manusia di planet yang baru. Karena untuk mencapai tujuan butuh waktu yang amat sangat lama, para awak pesawat dibagi menjadi beberapa kelompok tugas. Dalam kurun waktu tertentu, mereka akan dibangunkan dari cryogenic sleep atau tidur panjang dalam tabung es untuk bergantian mengurusi pesawat. Suatu ketika, seorang kru dibangunkan secara otomatis sesuai jadwal giliran jaga namun ia mendapati ada yang aneh dengan pesawat tersebut. Pesawat itu seolah mati dan ada makhluk aneh menyerupai manusia yang menunggu di depan tabung es untuk terbuka dan memangsa manusia di dalamnya. Jika tidak dihentikan, makhluk-makhluk ini akan membinasakan semua orang di dalam pesawat dan usaha membangun kembali peradaban manusia akan gagal. Apa sebenarnya makhluk aneh tersebut? 


7. 10 Cloverfield Lane

Film yang “sepertinya” melanjutkan cerita film Cloverfield ini mengeksplorasi kondisi psikologis manusia di tengah bencana serangan monster. Setelah putus dari kekasihnya, Michelle mengalami kecelakaan mobil dan terbangun di dalam sebuah bunker yang dikunci rapat. Bunker itu merupakan tempat persembunyian paling aman dari kekacauan di dunia luar akibat serangan monster. Di dalam bunker terdapat seorang pria bernama Howard Stambler yang mengaku menyelamatkan Michelle dan dia adalah pemilik bunker tersebut. Selain mereka berdua, ada juga Emmett yang ikut bersembunyi di sana. Selain ditutup rapat dan tidak tertembus dari luar, bunker itu dilengkapi dengan persediaan makanan dan generator listrik yang mencukupi bahkan Howard sudah menyiapkan televisi dengan beragam pilihan VHS dan DVD (karena dalam keadaan nyaris kiamat/post-apocalyptic scenario, tentu saja internet putus dan tidak bisa lagi menikmati film di Netflix dan YouTube). Film ini mengisahkan bagaimana manusia menghadapi situasi terkurung di dalam satu ruang dalam waktu yang lama dan kemungkinan bahwa di dalam bungker itu bisa jadi lebih berbahaya ketimbang di luar yang dipenuhi monster.


6. Zombieland (2016)

Wabah zombie ahirnya datang dan meruntuhkan peradaban manusia. Tidak ada lagi pemerintahan, tidak ada lagi polisi, tentara, atau penjaga keamanan dalam bentuk apapun, masing-masing benar-benar harus mandiri (every man for himself). Tidak ada lagi aturan, tidak ada lagi hukuman, yang ada hanya hidup atau mati atau lebih parah lagi hidup sebagai zombie. Film Zombieland menghadirkan pemeran ternama Jesse Eisenberg (pemeran Mark Zuckerberg dalam The Social Network), Emma Stone (Gwen Stacy dalam The Amazing Spider Man), Woody Harrelson (Haymich dalam The Hunger Games) yang bersama-sama berjuang melawan serangan zombie. Meskipun memiliki tema cerita horror-thriller pasca-kiamat, film Zombieland bisa dikategorikan sebagai film komedi dan juga menghadirkan komedian senior Bill Murray.


5. Mad Max Fury Road (2015)

Mad Max yang sebetulnya terdiri dari beberapa film ini mengisahkan tentang dunia pasca ledakan nuklir. Bencana tersebut memberikan dampak dahsyat yaitu berubahnya iklim bumi sehingga dunia berubah menjadi padang pasir dan peradaban manusia hancur lebur. Lengkap dengan aksi kejar-kejaran dengan kendaraan yang telah dimodifikasi, film ini sering dikait-kaitkan dengan topik pembahasan perang dunia ke-3 dan kemungkinan yang akan terjadi kalau manusia sampai melakukan perang nuklir. Maka, sering sekali media Amerika Serikat menyebut perkiraan kekacauan misalnya lautan massa memporakporandakan kota dan gedung pemerintah, meningkatnya angka kejahatan, dan lain sebagainya sebagai “Mad-Max Scenario”. Kejadian buruk luar biasa yang mengakibatkan kekacauan besar alias Mad-Max Scenario disebut sebagai momen SHTF singkatan dari Shit Hits The Fan—baling-baling kipas yang berputar terkena lemparan keras.


4. Terminator (1984), Terminator 2 (199), Terminator 3 (2003) dan Terminator Salvation (2009)

Seri film hasil imajinasi sutradara James Cameron ini mengisahkan masa depan Post-Apocalyptic setelah kecerdasan buatan sistim komputer SkyNet menyerang manusia dengan meluncurkan semua hulu ledak nuklir dengan sengaja. Di masa depan akan ada pahlawan gerilya yang mulai berhasil memukul mundur para robot yakni John Connor. Karena khawatir kalah, SkyNet mengirimkan robot Terminator alias Penghancur yang diperankan oleh actor laga Arnold Schwarzenegger ke masa lalu untuk membunuh Sarah Connor, ibu dari John. Usaha SkyNet gagal namun mereka mencoba lagi saat John remaja dan lagi saat John dewasa. Hanya saja, saat John dewasa di Terminator 3: Rise of the Machine, John gagal menghentikan SkyNet dan akhirnya umat manusia dibumihanguskan dengan nuklir. Untungnya John Connor berhasil menyelamatkan diri di dalam bunker militer. Kondisi masa depan yang kacau bisa disaksikan dalam Terminator Salvation. Walau konsep ceritanya sangat menarik, kritikus hanya memuji film pertama dan ke dua saja. Film ke tiga mendapat kritikan negatif dan film lanjutannya tetap mendapat kritikan negatif bahkan lebih negatif dari yang sebelumnya. Meski film ke-3nya tidak begitu disukai, film ini sebenarnya masih melanjutkan cerita Terminator 2 dan masih bisa “dimaklumi”. Untuk seri lanjutannya, jalan ceritanya sudah seperti melenceng terlalu jauh dan tidak lagi masuk akal.


3. Resident Evil—Afterlife (4 Seri Pertama) (2002-2010)

Kembali lagi soal zombie, film yang diangkat dari permainan video game ini menjelaskan bagaimana perusahaan raksasa Umbrella Corp mengembangkan sebuah virus bernama T-Virus yang berpotensi meningkatkan kekuatan manusia menjadi manusia super dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit mematikan dengan catatan digunakan sesuai prosedur. Masalahnya adalah virus tersebut dilepas oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga menyebar tak terkendali. Bukannya memberikan gebrakan positif di dunia medis dan pertahanan, virus tersebut justru mengubah manusia menjadi zombie dan menghancurkan peradaban manusia. Awalnya, virus itu hanya menghancurkan divisi Umbrella Corp di Racoon City yang pintu masuknya dikunci rapat oleh kecerdasan buatan bernama Red Queen. Karena ambisi mengerikan, ilmuwan Umbrella Corp membuka kembali pintu perusahaan dan lautan zombie menerjang keluar mewabah seisi Racoon City. Kekacauan dengan cepat menyebar ke seluruh benua Amerika kemudian ke seluruh dunia. Dalam kekacauan ini, banyak manusia membentuk kelompok atau klan dan menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup termasuk menjebak sesama manusia.


2. Planet of the Apes (1968)

Tiga astronot laki-laki dan satu astronot perempuan menjalankan misi antariksa menemukan planet yang bisa dihuni. Karena mereka mendarat dengan kasar dan astronot perempuan tewas karenanya, tidak ada lagi kemungkinan untuk membentuk koloni di planet asing tersebut. Maka, ketiga astronot menjelajah planet yang sejauh mata memandang hanya tampak gurun dan bebatuan. Mereka menduga planet itu tidak berpenghuni dan setelah menemukan sebuah kolam, mereka bisa merasa lega dan menyegarkan diri. Namun, pakaian mereka dicuri oleh penduduk asli planet tersebut. Para astronot terkejut saat mengetahui penduduk asli adalah manusia tetapi tidak bisa bicara layaknya para kera. Yang mengejutkan adalah posisi tertinggi rantai makanan yang di bumi ditempati oleh manusia, ditempati oleh para kera di planet asing tersebut. SPOILER: Usut punya usut, pesawat tersebut adalah pesawat yang dikirim dalam film Rise of The Planet of The Apes (2011) dan menghilang. Ketika mereka terombang-ambing di antariksa, bumi diserang wabah flu simian dampak dari percobaan di laboraorium. Obat ALZ113 yang dipercaya ampuh meningkatkan fungsi otak pasien Alzheimer ternyata membuat para kera menjadi cerdas dan mematikan bagi manusia (atau melumpuhkan fungsi organ bicara) dalam bentuk flu simian. Flu tersebut membunuh sebagian besar umat manusia dan menyisakan sedikit saja yang kebetulan memiliki imunitas atas flu tersebut. Para astronot bukannya terdampar di planet asing melainkan terdampar di bumi masa depan setelah wabah flu simian menyerang dan kera mengambil alih dunia.


1. The Matrix (1999)

Tampaknya kekhawatiran manusia terhadap robot, komputer, maupun kecerdasan buatan sudah ada sejak dulu dan bukannya menghilang malah semakin kuat diperbincangkan. Film The Matrix (dan suplemen prekuel dalam The Animatrix) menceritakan pertempuran dahsyat antara manusia dan mesin. Dikisahkan bahwa awalnya mesin diciptakan untuk tunduk pada manusia, namun mereka mulai membangun kesadaran diri lewat progam kecerdasan buatan dan potensi mesin yang jauh lebih besar daripada manusia mengakibatkan kekacauan di sektor perekonomian terutama ketenagakerjaan. Akhirnya, kaum mesin dan manusia dipisah membentuk negara sendiri-sendiri. Namun, kaum mesin dengan cepat menyalip kemajuan manusia dan manusia yang tidak terima menyatakan perang. Manusia membom langit supaya asap pekat menutupi cahaya matahari yang menjadi sumber tenaga mesin. Harapannya, mesin akan kehabisan baterai dan mati dengan sendirinya. Sayangnya, manusia salah besar. Bukannya mati, mesin justru belajar bahwa manusia bisa dijadikan baterai karena tubuh manusia menghasilkan listrik tetapi sangat kecil. Karena itu, robot mengembangbiakkan manusia di ladang manusia untuk ditancapkan ke mesin dan dijadikan baterai. Manusia baterai ini masih hidup dan memiliki kesadaran, hanya saja otak mereka disambungan ke program komputer bernama The Matrix yang membuat mereka seolah sedang hidup di dunia seperti biasa padahal mereka sebetulnya ada di dalam tabung sebagai baterai.
CODA
Nah itu tadi film-fim Post-Apocalyptic yang populer dan menarik untuk disimak. Mungkin juga kita bisa mengabil pelajaran untuk bersiap-siap jika sewaktu-waktu terjadi hal mengerikan yang tidak diinginkan (SHTF). Hal mengerikan tidak selalu bencana sedahsyat meteor dinosaurus, bisa jadi banjir bandang, gempa bumi, gunung meletus, atau bahkan krisis ekonomi (dan virus corona) yang berpotensi memutus pasokan makanan dan obat-obatan sehingga kita harus bersiap sembari menunggu bantuan didatangkan.

Pembaca lain juga membaca: