Review Film The Shawshank Redemption (1994) Perjuangan Hidup Manusia di Penjara Mencekam
Oleh Nabil BakriSkywalker Hunter
Edisi Review Singkat+ULTRA
Review Spesial Ulang Tahun Penulis ke-30
Review berikut menggunakan gambar/foto milik pemegang hak
cipta yang dilindungi doktrin fair use. The following review utilizes
copyrighted pictures under the doctrine of fair use.
images©1994/Warner Bros., Castle Rock/The Shawshank Redemption/All Rights Reserved.
⸎Sangat mungkin mengandung Spoiler, Anda diharap bijak
menyikapinya.
Genre : Drama
Rilis :
|
Domestic Releases: |
September 23rd, 1994 (Wide) by Sony Pictures |
|
International Releases: |
February 4th, 1995 (Wide), released as The Showshank
Redemption (South Korea) |
|
September
2nd, 1997 by Castle Rock Video |
|
|
MPAA Rating: |
R for language
and prison violence |
Durasi : 142 menit
Sutradara : Frank Darabont
Pemeran :
- Tim Robbins as
Andy Dufresne
- Morgan Freeman as
Ellis Boyd "Red" Redding
- Bob Gunton as
Samuel Norton
- William
Sadler as Heywood
- Clancy Brown as
Byron Hadley
- Gil Bellows as
Tommy Williams
- James Whitmore as Brooks Hatlen
Episode : -
Sinopsis
Seorang
bankir yang sukses bernama Andy Dufresne dituduh membunuh isterinya sekaligus
lelaki selingkuhan isterinya. Andy dan isterinya diketahui sedang terlibat
masalah dan baru saja bertengkar hebat. Mengetahui isterinya bersama laki-laki
lain, Andy Dufresne mengikuti mereka berdua sambil meminum alkohol dan membawa
senjatanya. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa mereka menemukan pecahan botol
alkohol milik Dufresne di lokasi pembunuhan isterinya. Andy Dufresne mengaku
tidak bersalah. Meskipun ia membuntuti isterinya dengan membawa pistol, ia
tidak membunuh isterinya dan membuang pistolnya ke sungai. Karena polisi tidak
bisa menemukan pistol milik Andy, pengadilan tidak bisa memeriksa apakah pistol
Andy cocok dengan peluru yang ditembakkan untuk membunuh isterinya. Akhirnya,
Andy Dufresne dijebloskan ke penjara Shawshank Redemption pada tahun 1947.
Dirinya dijatuhi dua kali hukuman seumur hidup karena membunuh dua orang
sekaligus. Andy tetap bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah, tetapi semua
bukti mengarah kepadanya dan tidak ada apapun yang bisa dilakukan olehnya.
Penjara
Shawshank adalah sebuah penjara besar yang suram dan menakutkan. Penjara itu
dijaga oleh para sipir yang kejam dan kepala penjara yang korup. Setiap ada
tahanan baru yang masuk ke Shawshank, para narapidana akan melakukan taruhan
siapa tahanan baru yang pertama kali menangis. Mereka akan memancing agar
tahanan baru menangis sehingga para narapidana menyebut tahanan baru sebagai
para ikan segar. Ellis Boyd Redding alias Red adalah seorang narapidana yang
dikenal sebagai bandar barang-barang “ilegal” yang siap menyelundupkan berbagai
barang seperti rokok, alkohol, majalah, dan lain sebagainya dengan bayaran yang
sudah disepakati. Ketika para tahanan baru tiba di Shawshank, ia mengadakan sebuah
taruhan. Melihat Andy Dufresne yang berjalan dengan terlihat putus asa, Red
bertaruh kalau Andy akan menjadi tahanan yang pertama menangis. Teman sesama
narapidana, Heywood, bertaruh jika seorang tahanan bertubuh gemuk yang akan
menangis pertama kali. Ketika malam tiba dan seluruh narapidana dimasukkan
kembali ke dalam sel tahanan, Andy Dufresne hanya terdiam sementara seorang
tahanan bertubuh gemuk menangis tersedu-sedu—tepat seperti dugaan Heywood yang
telah berhasil “memancing” tahanan gemuk tersebut sampai menangis dengan
mengingatkannya kepada rumah dan keluarga.
Tangisan
tahanan gemuk itu mengundang perhatian Byron Hadley, pimpinan sipir yang
dikenal kejam dan tidak kenal ampun. Ia menyeret tahanan yang menangis keluar
dari sel dan menghajarnya hingga tewas. Pada hari pertamanya di Shawshank
Redemption, Andy Dufresne telah membuat Red kalah taruhan. Seiring berjalannya
waktu, Andy mulai akrab dengan narapidana lain khususnya Red karena Andy ingin
memesan beberapa benda darinya. Andy menginginkan sebuah rock hammer (palu
kecil) untuk mengukir patung kecil dan poster aktris terkenal Rita Hayworth.
Red memperingatkan Andy tentang sekelompok kecil narapidana yang bernama The
Sisters—mereka adalah kelompok homoseksual yang gemar memperkosa narapidana
lemah dan pemimpinnya yang bernama Bogs diketahui ingin memperkosa Andy.
Perkataan Red terbukti benar. Andy kerap dilecehkan oleh The Sisters. Di sisi
lain, pertemanan antara Andy dan Red menjadi semakin kuat. Ketika kepala
penjara Samuel Norton mengumumkan akan meminta beberapa narapidana untuk
membantu melapisi atap bangunan dengan tar, Red bekerja sama dengan seorang
sipir yang korup agar memilih namanya dan teman-temannya—termasuk Andy
Dufresne.
Ketika
sedang menjalankan tugas melapisi atap, Andy mendengar pimpinan sipir Byron
Hadley yang kesal karena ia hanya akan menerima sedikit warisan dari kakaknya
dan warisan itu masih harus dipotong pajak. Karena Andy adalah mantan bankir,
ia tahu caranya mengatasi masalah Byron Hadley. Ia kemudian menawarkan bantuannya
kepada Byron. Andy dapat membantu Byron menghindari pajak asalkan semua
temannya mendapatkan bir gratis setelah selesai bekerja. Tawaran tersebut
disetujui oleh Byron dan semua teman Andy mendapatkan bir gratis. Setelah
berhasil membantu Byron Hadley, Andy menjadi “aset” yang berharga bagi
orang-orang di penjara. Maka setelah mengetahui bahwa The Sisters menghajar
Andy habis-habisan, Byron balas menghajar Bogs hingga nyaris tewas. Sejak saat
itu, The Sisters tidak pernah lagi mengganggu Andy. Keberhasilan Andy
menyelesaikan masalah keuangan Byron Hadley membuat semakin banyak sipir yang
meminta nasihat darinya; soal asuransi dana sekolah, trik menghindari pajak,
dan lain sebagainya. Pada akhirnya, kepala penjara Samuel Norton ikut
memanfaatkan kecerdasan finansial yang dimiliki oleh Dufresne. Tahun demi tahun
berganti dan Red kini semakin mengenal Andy Dufresne yang mengaku tidak
bersalah atas kasus pembunuhan isterinya. Meskipun Red sudah semakin mengenal
Andy, ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh bankir tersebut. Apa
sebenarnya rahasia yang dimiliki Andy? Apakah ia benar-benar membunuh
isterinya? Mengapa Andy menawarkan diri membantu memperkaya para sipir dan
kepala penjara? Akankah Andy dibebaskan dari penjara Shawshank yang tidak kenal
ampun?
“Believe what you want. These walls are
funny. First, you hate ‘em, then you get used to ‘em. After long enough, you
get so you depend on ‘em. That’s ‘institutionalized.”—Red
01 Story Logic
Narasi
dalam The Shawshank Redemption secara umum sudah logis sesuai dengan genrenya. Sistem
penilaian Skywalker memposisikan The Shawshank Redemption sebagai sebuah film
Drama. Meskipun film ini bercerita tentang kehidupan di dalam penjara yang
dipenuhi oleh kriminal, sistem ini tidak mengkategorikan The Shawshank Redemption
sebagai sebuah film Kriminal karena fokusnya memang bukan pada perilaku
kriminal yang dilakukan atau menimpa karakter utama dan menjadi tajuk yang
terus menerus dipermasalahkan dari awal hingga akhir film. Dikisahkan bahwa
Andy Dufresne dijebloskan ke penjara karena dituduh membunuh isterinya.
Padahal, Andy sangat yakin bahwa dirinya tidak bersalah. Apabila film ini
merupakan sebuah film kriminal, maka fokus kisahnya bisa jadi tentang segala
upaya yang dilakukan oleh Andy untuk terbebas dari tuduhan, berkelit dari
persidangan, mencari celah hukum pidana, atau menceritakan tentang perjalanan
panjang Andy Dyfresne dalam mengungkapkan siapa pelaku yang sebenarnya. Dalam
The Shawshank Redemption, kasus pembunuhan isteri Difresne tidak dieksplorasi
secara mendalam, bahkan pengungkapan siapa pembunuh yang sebenarnya juga hanya
terjadi sekilas dan bukan merupakan tajuk utama dari keseluruhan cerita.
Meskipun Andy dan teman-teman narapidana di penjara Shawsank adalah para
kriminal—begitu juga para sipir dan kepala penjara—film ini hanya menggunakan
latar belakang kriminal para karakternya untuk mengeksplorasi masalah-masalah
hidup yang mereka lalui—drama kehidupan.
Sebuah
Drama yang serius harus menyajikan cerita yang realistis dan benar-benar
membicarakan tentang berbagai permasalahan yang dapat atau bahkan umum muncul
di kehidupan sehari-hari (walau sudah tentu narasi fiksi dalam film sudah
dilebih-lebihkan). The Shawshank Redemption memulai kisah Drama-nya dengan
menyajikan sebuah kasus salah tangkap yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Kasus salah tangkap bukanlah hal yang mustahil, apalagi latar waktu film ini
adalah dekade 1940-an ketika analisis forensik belum semaju abad 21 dan belum
ada CCTV yang dipasang di setiap sudut jalan. Kronologi penangkapan Andy bisa
jadi dipertanyakan di abad 21: “semudah itukah menentukan tersangkanya?”,
tetapi dapat dimaklumi karena terjadi di tahun 1947. Setelah abad 21 tiba,
masih ada banyak laporan tentang kekejaman di dalam penjara. Artinya, berbagai
kekejaman yang ditampilkan dalam film ini tidaklah terlalu mengada-ada dan
bahkan mungkin lebih menakutkan di dunia nyata jika kita mengingat latar waktu
1940 ketika percobaan ilegal masih umum dilakukan dan rokok dinilai tidak
berbahaya bagi kesehatan. Cara Andy mengubah namanya pun mungkin terlihat
terlalu mengada-ada di abad 21, tetapi dengan ketiadaan data yang terintegrasi
secara online di tahun 1960-an, cara Dufresne memalsukan identitanya tidaklah
terlalu mengada-ada. Apalagi, ia memang seorang bankir yang tahu betul tentang
cara kerja perbankan dan mengetahui celah-celah untuk berbuat kecurangan.
Apabila ide tersebut dicetuskan oleh karakter lain, barulah narasinya menjadi
tidak logis.
“There’s a harsh truth to face. No way I’m
gonna make it on the outside. All I do anymore is think of ways to break my
parole, so maybe they’d send me back. Terrible thing, to live in fear. Brooks
Hatlen knew it. Knew it all too well. All I want is to be back where things
make sense. Where I won’t have to be afraid all the time. Only one thing stops
me: a promise I made to Andy.”—Red
02 Story Consistency
The
Shawshank Redemption memiliki narasi yang sudah konsisten.
Permasalahan-permasalahan yang dimunculkan di awal film sudah dieksplorasi dan
diselesaikan di akhir film. Tidak ada percabangan cerita yang dieksplorasi
sebatas sebagai “selingan” atau tidak berpengaruh pada keseluruhan cerita.
Latar belakang karakter-karakternya dieksplorasi dengan seperlunya sehingga
hanya bagian yang memengaruhi jalannya cerita saja yang dieksplorasi.
“I have to remind myself that some birds
aren’t meant to be caged. Their feathers are just too bright. And when they fly
away, the part of you that knows it was a sin to lock them up does rejoice. But
still, the place you live in is that much more drab and empty that they’re
gone. I guess I just miss my friend.”—Red
03 Casting Choice and Acting
Masing-masing
aktor yang dipilih dalam film ini telah berhasil menghidupkan karakter mereka dengan
baik. Salah satu poin dalam film ini yang dinilai unggul oleh banyak kritikus
film adalah kemampuan akting para pemainnya. Masing-masing aktor yang
memerankan narapidana sudah mampu berakting seolah-olah mereka adalah “teman”
di dalam penjara sungguhan. Salah satu faktor yang mendukung hal ini adalah,
selain karena filmnya direkam di dalam sebuah penjara sungguhan, para aktor
berlatih untuk membiasakan diri sehingga menjadi “teman sungguhan” di dunia
nyata sehingga dapat berinteraksi dengan lebih alami sebagai “teman” di dalam
filmnya. Selain itu, sebagian besar porsi film ini direkam secara kronologis
sehingga proses perkenalan para karater dapat menjadi lebih alami lagi. Dalam
dokumenter pembuatan The Shawshank Redemption yang dirilis dalam DVD edisi
spesial 10 tahun, terdapat sebuah contoh yang kembali menunjukkan keunggulan
akting pemain dalam film ini. Dokumenter tersebut menyinggung tentang adegan
ketika Andy, Red, dan beberapa teman mereka ditugasi melapisi atap bangunan
dengan tar panas dan di akhir adegan mereka menikmati bir bersama-sama. Ketika
merekam adegan tersebut, para aktor sungguh-sungguh kelelahan karena tar yang
digunakan pada akhirnya menjadi dingin dan tongkat pel mereka menjadi berat
karena tar menjadi semakin lengket. Dalam adegan menikmati bir, mereka pun
sebenarnya sungguh-sungguh menikmati bir tersebut karena memang sudah lelah
melapisi atap dengan tar. Dengan demikian, adegan tersebut sudah tampak
realisits dan “natural”.
“We sat and drank with the sun on our
shoulders and felt like free men. Hell, we could have been tarring the roof of
one of our own houses. We were the lords of all creation. As for Andy, he spent
that break hunkered in the shade — a strange little smile on his face —
watching us drink beer.”—Red
04 Music Match
Tidak
ada keluhan di pemilihan musik. Dalam The Shawshank Redemption, musik-musik
yang diperdengarkan sudah sesuai dengan nuansa adegannya sehingga tidak ada
musik yang terdengar “tidak pada tempatnya” misalnya musik yang ceria dalam
adegan yang sedih atau adanya musik pop khas dekade 1990-an yang menggeser aura
1940-1960-an dari film ini ke 1990-an.
“I have no idea to this day what those two
Italian ladies were singing about. Truth is, I don’t wanna know. I would like
to think they were singing about something so beautiful it can’t be expressed
in words and makes your heart ache because of it. I tell you those voices
soared higher and farther than anybody in a gray place dares to dream. It was
like some beautiful bird flapped into our drab little cage and made these walls
dissolve away, and for the briefest of moments, every last man at Shawshank
felt free.”—Red
05 Cinematography Match
The
Shawshank Redemption memiliki sinematografi yang baik. Sinematografi dalam film
ini sudah mendukung nuansa yang ingin disajikan oleh narasinya—seperti nuansa
keputusasaan, tertekan, dan harapan, yang masing-masing memiliki perbedaan. Bagaimana
keseluruhan tampilan luar penjara diperlihatkan, bagaimana bagian dalam atau
sel-sel narapidana diperlihatkan, kemudian dikontraskan dengan sel khusus yang
lebih sempit untuk menghukum para tahanan sudah diperlihatkan dengan baik dan
tidak memperlihatkan gangguan atau potensi mengalihkan perhatian penonton.
Terdapat beberapa adegan kekerasan film ini yang juga sudah difilmkan dengan
teknik sinematografi yang baik. The Shawshank Redemption tidak menampilkan
berbagai adegan kekerasan secara terang-terangan hingga memperlihatkan darah
atau zoom-in pukulan yang jelas-jelas mendarat di tubuh karakternya, tetapi
tetap berhasil menyampaikan maksud dari bagian narasi kekerasan tersebut dengan
efektif. Dengan kata lain, sinematografi dan narasi dalam film ini sudah
menyatu baik alias saling melengkapi.
“I find I’m so excited I can barely sit still
or hold a thought in my head. I think that’s the excitement only a free man can
feel, a free man at the start of a long journey whose conclusion is uncertain.
I hope I can make it across the border. I hope to see my friend and shake his
hand. I hope the Pacific is as blue as it has been in my dreams. I hope.”—Red
06 Costume Design
Kostum
yang digunakan dalam film ini sudah baik. Kostum masyarakat di luar penjara
sudah menyesuaikan dengan latar waktu kejadiannya (megkuti tren busana kasual
era 1940-an hingga 1960-an). Kostum yang digunakan oleh para narapidana dan
seragam para sipir penjara juga sudah baik. Kostum narapidana yang digunakan
oleh Andy Difresne dan Red sudah dikontraskan dengan pakaian setelah keduanya
keluar dari penjara.
“Dear fellas, I can't believe how fast things
move on the outside. I saw an automobile once when I was a kid, but now they're
everywhere. The world went and got itself in a big damn hurry. The parole board
got me into this halfway house called "The Brewer" and a job bagging
groceries at the Foodway. It's hard work and I try to keep up, but my hands
hurt most of the time. I don't think the store manager likes me very much.
Sometimes after work, I go to the park and feed the birds. I keep thinking Jake
might just show up and say hello, but he never does. I hope wherever he is,
he's doin' okay and makin' new friends. I have trouble sleepin' at night. I
have bad dreams like I'm falling. I wake up scared. Sometimes it takes me a
while to remember where I am. Maybe I should get me a gun and rob the Foodway
so they'd send me home. I could shoot the manager while I was at it, sort of
like a bonus. I guess I'm too old for that sort of nonsense any more. I don't like
it here. I'm tired of being afraid all the time. I've decided not to stay. I
doubt they'll kick up any fuss. Not for an old crook like me. P.S: Tell Heywood
I'm sorry I put a knife to his throat. No hard feelings. Brooks.”—Brooks
Hatlen
07 Background/Set Match
Latar
belakang dan properti yang digunakan dalam film ini sudah baik. Bermula dari
pemilihan bangunan penjara yang digunakan, pemilihan bangunannya sudah baik
karena berhasil mendukng nuansa mencekam yang ingin disajikan oleh ceritanya.
Penjara yang digunakan adalah sebuah penjara sungguhan, Ohio State Reformatory,
yang sudah berhenti beroperasi pada tahun 1990. Meski demikian, lokasi tersebut
dipilih karena dinilai sesuai dengan deskripsi keadaan di dalam naskahnya. Kesesuaian
latar penjara Ohio State Reformatory dengan nuansa filmnya berhasil mendukung
para aktor untuk memerankan karakter mereka. Para aktor mengaku dapat merasakan
nuansa tertekan dan keputusasaan yang dipancarkan oleh bangunan penjara
tersebut. Properti lainnya seperti kendaraan dan teknologi yang digunakan
mengikuti dekade narasinya (dari 1940-an hingga 60-an) sudah dipilih dengan
baik sehingga merepresentasikan dekade spesifik waktu kejadian di dalam
narasinya.
08 Special and/or Practical Effects
Efek
visual dalam film ini sudah baik. Karena bukan merupakan sebuah film penuh
Aksi, Horror penuh makhluk gaib, atau Fantasi yang penuh monster negeri ajaib,
tidak banyak efek khusus yang harus ditampilkan dalam film ini. Efek
pencahayaan, editing, reproduksi suara, dan hal-hal yang berkaitan dengan
teknis presentasi film ini secara umum sudah baik.
09 Audience Approval
The
Shawshank Redemption merupakan sebuah film yang gagal secara finansial karena
hanya ditonton oleh sedikit penonton. Meski demikian, mayoritas penonton yang
menyaksikan film ini di bioskop pada tahun 1994 memberikan tanggapan yang
positif. Kegagalan film ini bukan dikarenakan buruknya respons penonton, tetapi
dikarenakan faktor-faktor lain yang nantinya akan dieksplorasi dalam poin
Financial dan Longevity.
|
Platform |
Score ⸙ |
|
IMDb |
9.3/10 |
|
Rotten Tomatoes |
98% |
|
Metacritic |
9.0/10 |
|
Google User |
96% |
⸙Nilai pada tabel di atas mungkin
berbeda dengan nilai yang dikemukakan oleh masing-masing platform. Pada platform penilaian film yang menampilkan penilaian kritikus, nilai yang
ditampilkan pada tabel di atas adalah nilai yang diberikan oleh penonton
non-kritikus/user. Nilai yang ditampilkan mengacu pada data termutakhir saat
artikel ini dipublikasikan. Maka, nilai yang ditampilkan pada masing-masing platform dapat berubah seiring berjalannya waktu.
10 Intentional
Match
Sudah
menjadi informasi yang umum diketahui publik bahwa, pada tahun 1994, The
Shawshank Redemption menjadi sebuah film yang gagal secara finansial. Meski
demikian, film ini sudah berhasil memenuhi visi penciptanya dari segi artistik.
Sutradara Frank Darabont mengembangkan novela karya Stephen King menjadi lebih
kompleks dan mengubah beberapa bagian yang pada akhirnya dipuji baik oleh
penonton umum maupun oleh Stephen King sebagai penulis novela-nya. Meski tajuk
utama film ini adalah Andy Dufresne, The Shawshank Redemption menjadikan
karakter Red menjadi lebih dari sekadar “pengamat” dan film ini memperlihatkan
bagaimana karakternya mengalami perkembangan yang perlahan tapi signifikan
melalui seluruh adegan di dalam film. Maka tidak heran ketika Frank Darabont
mengungkapkan bahwa kunci film ini, salah satunya, ada pada sebuah adegan
wawancara pembebasan bersyarat Red yang terjadi sebanyak tiga kali di sepanjang
film, memperlihakan dengan jelas apa yang telah berubah dalam diri Red mulai
dari sebelum dirinya mengenal Andy dengan baik hingga setelah dirinya
bersahabat dengan Andy dan Andy sudah melarikan diri dari penjara. Dilihat dari
logika cerita, konsistensi, dan unsur-unsur lainnya, film ini sudah sejalan
dengan visi penciptanya. Meskipun The Shawshank Redemption gagal memenuhi visi
penciptanya dari segi finansial di tahun 1994, film ini perlahan meraup
keuntungan melalui rental kaset, penjualan DVD, rilis ulang, serta penyiaran
TV. Kesesuaian antara klaim visi Frank Darabont dan hasil akhir filmnya dapat
ditinjau secara langsung dalam wawancara Frank Darabont dalam acara The Charlie Rose Show pada tahun 2004.
[EN]“Ultimately, it’s what is the movie not to me, or to us, but
to you and to the people who’ve seen it. And that’s really fascinating because
we’ve got some amazing reactions, I’m sure you guys have as well, some amazing
reactions through the years. The film seems to be something of Rorschach to
people. They project their own lives, their own difficulties, their own
obstacles and their own triumphs into it whether that’s a disastous marriage or
serious debilitating illness that somebody’s trying to overcome, they view the
bar of Shawshank as a metaphor for their own difficulties and then consequently
their own hopes and triumphs. And people really do draw strength from that
movie.”—Frank Darabont, The Charlie Rose
Show, 2004
[ID]“Pada akhirnya, yang penting bukan apa tema film ini untuk
saya, atau kita (sutradara dan aktor), tetapi kepada Anda (pembawa acara) dan
orang-orang yang sudah menontonnya. Hal itu justru menarik karena kami
mendapatkan beragam reaksi yang mengagumkan, saya yakin para aktor juga
mendapatkannya, beragam reaksi yang mengagumkan selama tahun-tahun berlalu.
Film ini tampaknya menjadi seperti tes psikologi Rorschach bagi penonton.
Mereka memproyeksikan kehidupan mereka sendiri, kesulitan yang mereka hadapi,
tantangan-tantangan serta keberhasilan-keberhasilan mereka melalui film
ini—entah itu pernikahan yang gagal atau penyakit serius yang sedang dilawan
oleh seorang pasien, mereka memandang The Shawshank Redemption sebagai metafora
dari kesulitan-kesulitan hidup mereka dan akhirnya dari harapan serta
kemenangan mereka. Dan penonton benar-benar mendapatkan kekuatan setelah
menonton film ini.”—Frank Darabont dalam The
Charlie Rose Show, 2004
ADDITIONAL CONSIDERATIONS
[Lima poin tambahan ini bisa menambah dan/atau mengurangi
sepuluh poin sebelumnya. Jika poin kosong, maka tidak menambah maupun
mengurangi 10 poin sebelumnya. Bagian ini adalah pertimbangan tambahan
Skywalker, maka ditambah atau dikuranginya poin pada bagian ini adalah hak
prerogatif Skywalker, meskipun dengan pertimbangan yang sangat matang]
01 Skywalker’s Schemata
Entah
mengapa setelah pulang kerja, saya secara otomatis memutuskan untuk menonton
ulang The Shawshank Redemption. 13 Mei 2022, saya baru saja menjalani review
bulanan di kantor dan merasa amat sangat tertekan. Apa yang saya rasakan adalah
bahwa pekerjaan saya akan menuntut begitu banyak dari saya dan saya terjerumus
dalam sebuah jurang ketakutan bahwa saya tidak akan sanggup menjalankan
tugas-tugas yang dibebankan kepada saya. Dua bulan sejak diterima bekerja, saya
sama sekali tidak bisa tidur setiap malamnya dan datang ke kantor dengan badan
tidak bugar. Kalau diruntut ke belakang sejak saya menuliskan review ini, 13
Mei 2022 mungkin merupakan hari yang paling berat dan saya tidak bisa berhenti
khawatir karena saya tahu betul hari-hari ke depan kan jauh lebih berat lagi.
Cepat-cepat saya berpikir untuk membuat lebih banyak review film selagi masih
sempat, sebelum waktu dan tenaga saya benar-benar dikuras habis untuk pekerjaan
saya—yang sebetulnya tidak saya sukai, tetapi mau bagaimana lagi. Dunia ini
tidak sempurna dan saya juga perlu uang untuk makan; bahkan membuat review
seperti ini, yang kelihatannya mudah dan murah sebetulnya sama sekali tidak
mudah dan juga tidak murah.
Setelah
mendengarkan tugas apa saja yang harus saya jalankan ke depan, dunia saya
serasa berhenti. Salah satu kritik yang dilayangkan pada saya sewaktu review
adalah kenyataan bahwa saya cenderung lambat mengoperasikan komputer—seperti
saya terlalu bergantung pada mouse daripada menggunakan shortcut. Saya pikir,
kenapa tidak diuji saja sewaktu tes penerimaan apakah saya dirasa mampu
mengoperasikan komputer sesuai kecepatan yang diinginkan oleh perusahaan.
Intinya, saya sebetulnya ingin menangis karena saya merasa terjebak. Namun saya
tidak bisa menangis, bukan semata-mata karena saya malu menangis di depan
atasan dan Human Resource, tetapi saya benar-benar tidak bisa menangis. Setelah
jam kerja usai, saya masuk ke mobil dan tidak langsung menginjak gas. Cukup
lama saya berpikir dan “meratap”. Meski matahari sudah sirna dan saya hanya
seorang diri di dalam Isuzu Panther tua saya, masih saja saya tidak bisa
menangis. Rasa sedih dan tertekan jutru memuncak menjadi amarah. Rencana saya
untuk pergi ke toko buku gagal total karena saya merasa tidak enak melakukan kegiatan
apapun. Sesampainya di rumah, saya makan sebungkus utuh chicken nugget,
menghancurkan pola makan normal saya, dan entah mengapa saya ingin sekali
menonton The Shawshank Redemption dan menuliskan reviewnya.
Saya
memang tidak menangis di kantor, saya juga tidak menangis di dalam mobil. Namun
saya menangis seperti anak kecil selama menonton The Shawshank Redemption
sampai saya tertidur dan melanjutkan filmnya keesokan harinya—dan kembali
menangis lebih kencang. Saat-saat terakhir, mulai dari penjelasan tentang
bagaimana Andy meloloskan diri, adalah titik awal air mata saya tidak berhenti
menetes sampai filmnya usai. Saya pun berpikir inilah mengapa saya bisa berani
menyatakan bahwa The Shawshank Redemption adalah film yang paling kurang
dihargai (most underrated film) sepanjang masa. Jelas sekali film ini adalah
salah satu film terbaik yang pernah dibuat. Saya sudah pernah menonton film ini
sebelumnya dan seketika menyukainya. Saya menonton ulang beberapa tahun
kemudian dan tetap menyukainya. Pada 13 Mei 2022, sekali lagi saa menontonnya
dan film ini justru memiliki arti yang jauh lebih besar daripada yang selama
ini pernah saya rasakan dalam hidup saya. The Shawshank Redemption menguatkan
alasan saya menyertakan poin Longevity dalam setiap penilaian film yang saya
berikan. Poin Longevity mengacu pada keyakinan bahwa manusia memiliki
nilai-nilai yang universal dan berlaku sepanjang masa (perpetual, internal).
Maka, film-film yang benar-benar baik kualitasnya akan mampu melalui berbagai
ujian yang muncul di berbagai masa. Sebuah film yang benar-benar bagus, seperti
The Shawshank Redemption, mampu memperbaharui dirinya sendiri seiring
berjalannya waktu. Saya memaknai film ini di tahun 2022 dengan amat berbeda
dari waktu saya pertama kali memaknai film ini di tahun 2013. Film ini tidak
hanya menyajikan sebuah fiksi, tetapi memberikan sebuah jembata imajiner antara
fiksi dan fakta kehidupan yang sedang saya dan banyak orang lain lalui.
Semakin
Morgan Freeman mengutarakan isi pikirannya, semakin deras aliran air mata saya.
Apa yang sebelumnya saya anggap sebagai sebuah “film yang bagus—masterpiece” di
tahun 2013, kini saya anggap sebagai
sebuah film yang tidak hanya bagus tetapi juga sangat relevan dan berhasil
menyentuh hati saya pada tingkat subjektif yang tertinggi. Film ini menjadi
lebih dari sekadar tontonan, tetapi sebuah terapi buat saya. Jujur saja saya
tidak memiliki sahabat seperti Andy memiliki Red, jadi saya tidak pernah bisa
bercerita secara terbuka pada orang-orang terdekat saya—karena toh orang paling
dekat pun tidak pernah benar-benar dekat. Pada siapa saya bisa menceritakan
kesulitan saya dan tidak malu meneteskan air mata? The Shawshank Redemption
menjadi seperti seorang sahabat yang dengan lembut berbisik pada saya,
“menangislah, tidak apa-apa.” Saya pun segera mengunjungi teman terdekat saya
yang lain, Blog yang saya buat, yang saya anggap sebagai cinta saya, anak saya,
segalanya saya. Dan saya memutuskan untuk bercerita, melepaskan semua isi
pikiran saya berkaitan dengan pengalaman menonton film ini. Lagipula, saya
memang menyediakan kolom poin Skywalker Schemata untuk memfasilitasi hal-hal
semacam ini: kalau-kalau saya punya cerita panjang lebar yang arbiter untuk
dimuntahkan. Inilah satu-satunya wadah bagi saya untuk berterus terang tentang
film dan apapun yang berkaitan dengannya—dengan aman tanpa mencederai atau
merusak idealisme atau standar saya untuk menjadi kritikus film yang objektif.
Dalam
adegan akhir, kita diperlihatkan pada adegan di mana Red akhirnya mendatangi
pohon yang diceritakan oleh Andy di dalam penjara. Sebelumnya, jauh sebelumnya,
Brooks menjelaskan bahwa dunia telah berubah dengan begitu pesatnya hingga
tidak ada lagi yang ia kenali. Hati saya disayat sewaktu melihat pohon yang
diceritakan oleh Andy masih berdiri kokoh dan tidak berubah bahkan setelah
lebih dari 20 tahun. Selama ini, saya berusaha menjadi seperti pohon itu. Saya
ingin memberikan aura kepastian kepada orang-orang di sekitar saya. Saya ingin
meyakinkan mereka bahwa meskipun dunia berubah sedemikian rupa, saya tidak
berubah dan mereka bisa mengandalkan saya. Saya adalah simbol konsistensi yang
akan terus membisikkan bahwa “segala sesuatu akan baik-baik saja.” 2022 adalah
pertama kalinya pohon saya dibabat habis karena lahan sekitarnya akan dijadikan
kompleks perumahan. Pada akhirnya, saya khawatir diri saya dan
keyakinan-keyakinan saya telah hancur berkeping-keping dan saya benar-benar
mati rasa menjalani hidup. The Shawshank Redemption tidak menafikan
masalah-masalah yang saya alami seperti kebanyakan orang: “masalahmu bukanlah
masalah yang serius”—tidak, film ini mengakui bahwa apa yang saya lalui adalah
masalah serius, some serious shit. Namun film ini dengan tenang menjadi pohon
bagi saya ketika pohon saya sudah hancur: meskipun masalahmu memang serius,
berilah sedikit ruang untuk harapan bahwa nanti kamu akan bisa melalui
semuanya. Bagian review ini sepertinya bukan bagian di mana saya memuji
kualitas The Shawshank Redemption, tetapi bagian di mana saya berterima kasih
kepada film ini.
The
Shawshank Redemption, truly, is a
masterpiece. There is no other word that can describe this movie other than
that it really is a masterpiece. But if I have to call it other than that, I
think I’m gonna say that this movie is…a gift.
“There’s not a day goes by I don’t feel regret.
Not because I’m in here, or because you think I should. I look back on the way
I was then: a young, stupid kid who committed a terrible crime. I want to talk
to him. I want to try to talk some sense into him, tell him the way things are.
But I can’t. That kid’s long gone, and this old man is all that’s left. I got
to live with that.”—Red
02 Awards
Ketika
pertama kali dirilis, film ini mendapatkan tanggapan yang positif dari kalangan
kritikus sehingga wajar jika film ini mendapatkan banyak nominasi penghargaan.
Tercatat, berdasarkan laporan IMDb, The Shawshank Redemption mendapatkan 43
nominasi dan 21 kemenangan. Hal yang menjadi
cukup janggal dan membuat status laporan film ini “kurang sempurna” adalah
kenyataan bahwa film ini mendapatkan begitu banyak nominasi yang dianggap
penting, tetapi tidak memenangkan penghargaan yang dianggap benar-benar
penting. The Shawshank Redemption mendapatkan 7 nominasi piala Oscar, termasuk
Best Picture, tetapi tidak memenangkan satu pun penghargaannya. Selebihnya, ada
beberapa penghargaan yang baru diterima oleh film ini lebih dari 10 tahun
setelah filmnya dirilis—itu pun tidak terlalu “signifikan” seperti kemenangan
yang diraih dalam Academy of Science Fiction, Fantasy & Horror Films, USA
pada tahun 2016 untuk kategori Best DVD/Blu-Ray Collection.
03 Financial
Dari
dana pembuatan sebesar $25 juta, The Shawshank Redemption hanya berhasil
menjual tiket sebesar $28 juta saat filmnya pertama kali dirilis. The Shawshank
Redemption mendapatkan tanggapan yang positif dari kalangan penonton dan
kritikus film (bahkan menerima 7 nominasi Oscar), tetapi film yang secara umum
dinilai memiliki kualitas baik ini merupakan sebuah box office bomb atau
kegagalan finansial yang besar. Berawal dari sinilah saya memutuskan untuk
menyatakan bahwa The Shawshank Redemption merupakan film yang paling
“diremehkan” atau “underrated” karena sudah bagus kualitasnya tetapi para
penonton di masa itu tidak berminat untuk menontonnya. Beberapa penjelasan
telah dikemukakan, salah satunya adalah alasan bahwa film ini memiliki judul
yang sulit diingat dan sulit diucapkan sehingga menyusahkan para penonton untuk
merekomendasikannya ke teman-teman mereka. Sebelum era media sosial, “word of
mouth” adalah kekuatan promosi yang sangat besar, tetapi menjadi sulit
mempromosikan film ini ketika penonton kesulitan mengingat namanya. Aktor
Morgan Freeman mengaku sempat mengusulkan kepada sutradara untuk mengganti
judulnya kembali mengikuti judul novela-nya: Rita Hayworth and Shawshank Redemption. Freeman menyadari bahwa
judul film itu akan menjadi masalah, tetapi setidaknya penonton akan mudah
mengingat nama Rita Hayworth sehingga masih bisa menyebarluaskan judul filmnya
ke teman-teman mereka. Dalam perbincangan bersama Freeman, Tim Robbins, dan
Frank Darabont di acara Charlie Rose, permasalahan judul ini dikemukakan dan
ketiga tokoh kunci mengakui bahwa permasalahan judul film ini berdampak besar
pada sulitnya The Shawshank Redemption mendapatkan “exposure” yang lebih
menguntungkan.
Apabila
diperhatikan, meskipun mendapatkan tanggapan yang positif, The Shawshank
Redemption juga dirilis pada waktu yang kurang tepat karena berhadapan dengan Pulp Fiction dan Forrest Gump yang keduanya menjadi sangat populer (Forrest Gump memenangkan Best Picture
mengalahkan The Shawshank Redemption). Setelah dinominasikan dalam Oscar, film
ini dirilis ulang pada tahun 1995 dan berhasil menjual tiket tambahan sebesar
$12 juta. Pada tahun 2004, The Shawshank Redemption kembali dirilis ulang di
bioskop untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-10. Pada akhirnya, film ini
berhasil menjual tiket sebesar $73 juta. Namun tetap saja, The Shawshank
Redemption merupakan sebuah kegagalan finansial karena penghitungan yang
digunakan adalah angka penjualan tiket ketika filmnya pertama kali dirilis.
Setelah masa-masa bioskop usai, film ini akhirnya dirilis dalam bentuk kaset
dan ditawarkan dalam opsi penyewaan (rental). Walaupun gagal di pasar bioskop,
kaset film ini sukses di pasar rental film dan menjadi film di posisi 7 yang
paling banyak disewa di Amerika sepanjang tahun 1995. Hasil penjualan home
video film ini pun sukses besar, diperkirakan lebih dari $80 juta.
|
The Shawshank
Redemption (1994) Theatrical Performance |
||||||||||||||
|
Domestic Box Office |
$28,241,469 |
|||||||||||||
|
International Box Office |
$177,637 |
|||||||||||||
|
Worldwide Box Office |
$28,419,106 |
|||||||||||||
|
||||||||||||||
04 Critics
Sejak
pertama kali dirilis, The Shawshank Redemption mendapatkan tanggapan yang
positif dari kalangan kritikus film profesional. Berbeda dengan minat positif
masyarakat umum yang baru mengalami peningkatan setelah filmnya berheti tayang
di bioskop, minat kritikus memang sudah sangat positif sejak awal. Bahkan,
tanggapan positif para kitikus berhasil menghantarkan film ini mendapatkan 7
nominasi Oscar. Setelah film ini dinominasikan di Academy Awards, barulah
semakin banyak masyarakat umum yang berminat untuk menontonnya dan pada
akhirnya memberikan tanggapan positif sehingga popularitas film ini semakin
meningkat seiring berjalannya waktu.
05 Longevity
Popularitas
The Shawshank Redemption, seperti yang telah dibahas dalam poin sebelumnya,
mengalami peningkatan seiring berjalannya waktu. Karena satu dan lain hal, film
ini tidak populer ketika pertama kali dirilis dan akhirnya gagal secara
finansial. Namun seiring berjalannya waktu, popularitas film ini justru semakin
meningkat dan banyak disebut oleh berbagai kalangan sebagai “film terbaik yang
pernah diciptakan”. Bahkan hingga artikel ini selesai ditulis, The Shawshank
Redemption masih menduduki peringkat puncak (1) daftar 250 film dengan rating
terbaik di IMDb. Tanggapan penonton dan kritikus generasi baru pun secara umum
tetap positif—bahkan cenderung lebih positif dibandingkan dengan tanggapan
penonton dan kritikus pada tahun 1994. Popularitas dan tanggapan penonton
generasi baru terhadap film ini menunjukkan bahwa The Shawsank Redemption
memiliki Longevity yang baik—menjadikannya film dengan status “tidak lekang
oleh zaman” alias “timeless”.
Posisi
The Shawsank Redemption cukup unik karena posisi yang ditempatinya biasanya
dilalui oleh film-film yang menjadi Cult Movie atau Cult Clasic. Namun, The
Shawsank Redemption bukanlah sebuah Cult Movie. Film-film yang masuk kategori
Cult Movie, berdasarkan deskripsi Skywalker, adalah flm yang pada mulanya
mendapatkan tanggapan negatif karena kualitasnya dinilai kurang baik dan tetap
diakui bahwa kualitasnya kurang baik di masa mendatang, tetapi memiliki basis
penggemar yang besar. Sejak pertama kali dirilis, The Shawshank Redemption
sudah mendapatkan respons yang positif. Permasalahan utama film ini terletak
pada faktor-faktor ekternal yang berkaitan dengan pemasaran. Maka, film ini
leih tepat dinyatakan sebagai sebuah film yang “Underrated” daripada sebuah
“Cult Movie”. (pelajari lebih
lanjut tentang alasan mengapa The
Shawshank Redemption dinyatakan sebagai
film yang paling “Underrated” dalam artikel berikut: Apa Film yang Paling
Underrated?”)
Final Score
Skor
Asli : 10
Skor
Tambahan : -
Skor
Akhir : 10/10
***
Spesifikasi Optical Disc
[Cakram Film DVD/VCD/Blu-ray Disc]
Judul : The Shawshank Redemption
Rilis : 10 September 2003 [|||], 2008 [||]
Format : VCD [|||], Blu-ray
Disc [||]
Kode
Warna : PAL [|||]
Upscaling : Support Player-HDMI Upscaling [YES||NO]
[1080/60/50/24p]
Fitur : Audio commentary,
documentaries [||]
Support : Windows 98-10 [VLC Media Player],
DVD Player, HD DVD Player [termasuk X-Box 360], Blu-ray Player [termasuk PS 3 dan 4], 4K UHD Blu-ray Player [termasuk PS 5].
Keterangan Support:
[Support VCD, DVD, Kecuali Blu-ray dan 4K]
[Support VCD, DVD,
Termasuk Blu-ray, Kecuali 4K]
[Support Semua
Termasuk 4K]
STREAMING
|
iTunes: |
|
|
Google Play: |
|
|
Netflix: |
***
Edisi Review Singkat
Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar
penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa untuk
menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Karena menggunakan standar
yang baku, edisi review Skywalker akan jauh lebih pendek dari review Nabil
Bakri yang lainnya dan akan lebih objektif.
Edisi Review Singkat+PLUS
Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar
penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa
untuk menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Apabila terdapat tanda
Review Singkat+PLUS di
bawah judul, maka berdasarkan keputusan per Juli 2021 menandakan artikel
tersebut berjumlah lebih dari 3.500 kata.
Edisi Review Singkat+ULTRA
Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar
penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa
untuk menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Apabila terdapat tanda
Review Singkat+ULTRA
di bawah judul, maka berdasarkan keputusan per Mei 2022 menandakan artikel
tersebut berjumlah lebih dari 5.000 kata.
Skywalker Hunter adalah alias
dari Nabil Bakri
Keterangan Box Office dan penjualan DVD disediakan oleh The Numbers
©1994/Warner Bros., Castle Rock/The Shawshank Redemption/All
Rights Reserved.
©Nabil Bakri Platinum.
Teks ini dipublikasikan dalam Nabil Bakri Platinum [https://nabilbakri.blogspot.com/] yang diverifikasi Google dan dilindungi oleh DMCA.
Nabil Bakri Platinum tidak bertanggung jawab atas konten dari
link eksternal yang ada di dalam teks ini—termasuk ketersediaan konten video
atau film yang dapat berubah sewaktu-waktu di luar kendali Nabil Bakri
Platinum.




























.jpg)
