Review Film The Shawshank Redemption (1994) Perjuangan Hidup Manusia di Penjara Mencekam

 

Review Film The Shawshank Redemption (1994) Perjuangan Hidup Manusia di Penjara Mencekam

Oleh Nabil BakriSkywalker Hunter

Edisi Review Singkat+ULTRA

Review Spesial Ulang Tahun Penulis ke-30

Periksa index

Review berikut menggunakan gambar/foto milik pemegang hak cipta yang dilindungi doktrin fair use. The following review utilizes copyrighted pictures under the doctrine of fair use.

images©1994/Warner Bros., Castle Rock/The Shawshank Redemption/All Rights Reserved.

⸎Sangat mungkin mengandung Spoiler, Anda diharap bijak menyikapinya.

Genre             : Drama

Rilis                 :

Domestic Releases:

September 23rd, 1994 (Wide) by Sony Pictures
September 22nd, 2019 (Special Engagement) by 
Fathom Events

International Releases:

February 4th, 1995 (Wide), released as The Showshank Redemption (South Korea)
February 16th, 1995 (Wide) (
Australia)
March 10th, 1995 (Wide) (
New Zealand)
October 24th, 2019 (Wide), released as ПОБЕГ ИЗ ШОУШЕНКА (
Russia (CIS))
June 26th, 2020 (Wide) (
Netherlands)
... Show all releases

Video Release:

September 2nd, 1997 by Castle Rock Video

MPAA Rating:

R for language and prison violence

Durasi             : 142 menit

Sutradara       : Frank Darabont

Pemeran         :

Episode           : -

Sinopsis

Seorang bankir yang sukses bernama Andy Dufresne dituduh membunuh isterinya sekaligus lelaki selingkuhan isterinya. Andy dan isterinya diketahui sedang terlibat masalah dan baru saja bertengkar hebat. Mengetahui isterinya bersama laki-laki lain, Andy Dufresne mengikuti mereka berdua sambil meminum alkohol dan membawa senjatanya. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa mereka menemukan pecahan botol alkohol milik Dufresne di lokasi pembunuhan isterinya. Andy Dufresne mengaku tidak bersalah. Meskipun ia membuntuti isterinya dengan membawa pistol, ia tidak membunuh isterinya dan membuang pistolnya ke sungai. Karena polisi tidak bisa menemukan pistol milik Andy, pengadilan tidak bisa memeriksa apakah pistol Andy cocok dengan peluru yang ditembakkan untuk membunuh isterinya. Akhirnya, Andy Dufresne dijebloskan ke penjara Shawshank Redemption pada tahun 1947. Dirinya dijatuhi dua kali hukuman seumur hidup karena membunuh dua orang sekaligus. Andy tetap bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah, tetapi semua bukti mengarah kepadanya dan tidak ada apapun yang bisa dilakukan olehnya.

Penjara Shawshank adalah sebuah penjara besar yang suram dan menakutkan. Penjara itu dijaga oleh para sipir yang kejam dan kepala penjara yang korup. Setiap ada tahanan baru yang masuk ke Shawshank, para narapidana akan melakukan taruhan siapa tahanan baru yang pertama kali menangis. Mereka akan memancing agar tahanan baru menangis sehingga para narapidana menyebut tahanan baru sebagai para ikan segar. Ellis Boyd Redding alias Red adalah seorang narapidana yang dikenal sebagai bandar barang-barang “ilegal” yang siap menyelundupkan berbagai barang seperti rokok, alkohol, majalah, dan lain sebagainya dengan bayaran yang sudah disepakati. Ketika para tahanan baru tiba di Shawshank, ia mengadakan sebuah taruhan. Melihat Andy Dufresne yang berjalan dengan terlihat putus asa, Red bertaruh kalau Andy akan menjadi tahanan yang pertama menangis. Teman sesama narapidana, Heywood, bertaruh jika seorang tahanan bertubuh gemuk yang akan menangis pertama kali. Ketika malam tiba dan seluruh narapidana dimasukkan kembali ke dalam sel tahanan, Andy Dufresne hanya terdiam sementara seorang tahanan bertubuh gemuk menangis tersedu-sedu—tepat seperti dugaan Heywood yang telah berhasil “memancing” tahanan gemuk tersebut sampai menangis dengan mengingatkannya kepada rumah dan keluarga.

Tangisan tahanan gemuk itu mengundang perhatian Byron Hadley, pimpinan sipir yang dikenal kejam dan tidak kenal ampun. Ia menyeret tahanan yang menangis keluar dari sel dan menghajarnya hingga tewas. Pada hari pertamanya di Shawshank Redemption, Andy Dufresne telah membuat Red kalah taruhan. Seiring berjalannya waktu, Andy mulai akrab dengan narapidana lain khususnya Red karena Andy ingin memesan beberapa benda darinya. Andy menginginkan sebuah rock hammer (palu kecil) untuk mengukir patung kecil dan poster aktris terkenal Rita Hayworth. Red memperingatkan Andy tentang sekelompok kecil narapidana yang bernama The Sisters—mereka adalah kelompok homoseksual yang gemar memperkosa narapidana lemah dan pemimpinnya yang bernama Bogs diketahui ingin memperkosa Andy. Perkataan Red terbukti benar. Andy kerap dilecehkan oleh The Sisters. Di sisi lain, pertemanan antara Andy dan Red menjadi semakin kuat. Ketika kepala penjara Samuel Norton mengumumkan akan meminta beberapa narapidana untuk membantu melapisi atap bangunan dengan tar, Red bekerja sama dengan seorang sipir yang korup agar memilih namanya dan teman-temannya—termasuk Andy Dufresne.

Ketika sedang menjalankan tugas melapisi atap, Andy mendengar pimpinan sipir Byron Hadley yang kesal karena ia hanya akan menerima sedikit warisan dari kakaknya dan warisan itu masih harus dipotong pajak. Karena Andy adalah mantan bankir, ia tahu caranya mengatasi masalah Byron Hadley. Ia kemudian menawarkan bantuannya kepada Byron. Andy dapat membantu Byron menghindari pajak asalkan semua temannya mendapatkan bir gratis setelah selesai bekerja. Tawaran tersebut disetujui oleh Byron dan semua teman Andy mendapatkan bir gratis. Setelah berhasil membantu Byron Hadley, Andy menjadi “aset” yang berharga bagi orang-orang di penjara. Maka setelah mengetahui bahwa The Sisters menghajar Andy habis-habisan, Byron balas menghajar Bogs hingga nyaris tewas. Sejak saat itu, The Sisters tidak pernah lagi mengganggu Andy. Keberhasilan Andy menyelesaikan masalah keuangan Byron Hadley membuat semakin banyak sipir yang meminta nasihat darinya; soal asuransi dana sekolah, trik menghindari pajak, dan lain sebagainya. Pada akhirnya, kepala penjara Samuel Norton ikut memanfaatkan kecerdasan finansial yang dimiliki oleh Dufresne. Tahun demi tahun berganti dan Red kini semakin mengenal Andy Dufresne yang mengaku tidak bersalah atas kasus pembunuhan isterinya. Meskipun Red sudah semakin mengenal Andy, ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh bankir tersebut. Apa sebenarnya rahasia yang dimiliki Andy? Apakah ia benar-benar membunuh isterinya? Mengapa Andy menawarkan diri membantu memperkaya para sipir dan kepala penjara? Akankah Andy dibebaskan dari penjara Shawshank yang tidak kenal ampun?

Believe what you want. These walls are funny. First, you hate ‘em, then you get used to ‘em. After long enough, you get so you depend on ‘em. That’s ‘institutionalized.”—Red

01 Story Logic

Narasi dalam The Shawshank Redemption secara umum sudah logis sesuai dengan genrenya. Sistem penilaian Skywalker memposisikan The Shawshank Redemption sebagai sebuah film Drama. Meskipun film ini bercerita tentang kehidupan di dalam penjara yang dipenuhi oleh kriminal, sistem ini tidak mengkategorikan The Shawshank Redemption sebagai sebuah film Kriminal karena fokusnya memang bukan pada perilaku kriminal yang dilakukan atau menimpa karakter utama dan menjadi tajuk yang terus menerus dipermasalahkan dari awal hingga akhir film. Dikisahkan bahwa Andy Dufresne dijebloskan ke penjara karena dituduh membunuh isterinya. Padahal, Andy sangat yakin bahwa dirinya tidak bersalah. Apabila film ini merupakan sebuah film kriminal, maka fokus kisahnya bisa jadi tentang segala upaya yang dilakukan oleh Andy untuk terbebas dari tuduhan, berkelit dari persidangan, mencari celah hukum pidana, atau menceritakan tentang perjalanan panjang Andy Dyfresne dalam mengungkapkan siapa pelaku yang sebenarnya. Dalam The Shawshank Redemption, kasus pembunuhan isteri Difresne tidak dieksplorasi secara mendalam, bahkan pengungkapan siapa pembunuh yang sebenarnya juga hanya terjadi sekilas dan bukan merupakan tajuk utama dari keseluruhan cerita. Meskipun Andy dan teman-teman narapidana di penjara Shawsank adalah para kriminal—begitu juga para sipir dan kepala penjara—film ini hanya menggunakan latar belakang kriminal para karakternya untuk mengeksplorasi masalah-masalah hidup yang mereka lalui—drama kehidupan.

Sebuah Drama yang serius harus menyajikan cerita yang realistis dan benar-benar membicarakan tentang berbagai permasalahan yang dapat atau bahkan umum muncul di kehidupan sehari-hari (walau sudah tentu narasi fiksi dalam film sudah dilebih-lebihkan). The Shawshank Redemption memulai kisah Drama-nya dengan menyajikan sebuah kasus salah tangkap yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Kasus salah tangkap bukanlah hal yang mustahil, apalagi latar waktu film ini adalah dekade 1940-an ketika analisis forensik belum semaju abad 21 dan belum ada CCTV yang dipasang di setiap sudut jalan. Kronologi penangkapan Andy bisa jadi dipertanyakan di abad 21: “semudah itukah menentukan tersangkanya?”, tetapi dapat dimaklumi karena terjadi di tahun 1947. Setelah abad 21 tiba, masih ada banyak laporan tentang kekejaman di dalam penjara. Artinya, berbagai kekejaman yang ditampilkan dalam film ini tidaklah terlalu mengada-ada dan bahkan mungkin lebih menakutkan di dunia nyata jika kita mengingat latar waktu 1940 ketika percobaan ilegal masih umum dilakukan dan rokok dinilai tidak berbahaya bagi kesehatan. Cara Andy mengubah namanya pun mungkin terlihat terlalu mengada-ada di abad 21, tetapi dengan ketiadaan data yang terintegrasi secara online di tahun 1960-an, cara Dufresne memalsukan identitanya tidaklah terlalu mengada-ada. Apalagi, ia memang seorang bankir yang tahu betul tentang cara kerja perbankan dan mengetahui celah-celah untuk berbuat kecurangan. Apabila ide tersebut dicetuskan oleh karakter lain, barulah narasinya menjadi tidak logis.

There’s a harsh truth to face. No way I’m gonna make it on the outside. All I do anymore is think of ways to break my parole, so maybe they’d send me back. Terrible thing, to live in fear. Brooks Hatlen knew it. Knew it all too well. All I want is to be back where things make sense. Where I won’t have to be afraid all the time. Only one thing stops me: a promise I made to Andy.”—Red

02 Story Consistency

The Shawshank Redemption memiliki narasi yang sudah konsisten. Permasalahan-permasalahan yang dimunculkan di awal film sudah dieksplorasi dan diselesaikan di akhir film. Tidak ada percabangan cerita yang dieksplorasi sebatas sebagai “selingan” atau tidak berpengaruh pada keseluruhan cerita. Latar belakang karakter-karakternya dieksplorasi dengan seperlunya sehingga hanya bagian yang memengaruhi jalannya cerita saja yang dieksplorasi.

I have to remind myself that some birds aren’t meant to be caged. Their feathers are just too bright. And when they fly away, the part of you that knows it was a sin to lock them up does rejoice. But still, the place you live in is that much more drab and empty that they’re gone. I guess I just miss my friend.”—Red

03 Casting Choice and Acting

Masing-masing aktor yang dipilih dalam film ini telah berhasil menghidupkan karakter mereka dengan baik. Salah satu poin dalam film ini yang dinilai unggul oleh banyak kritikus film adalah kemampuan akting para pemainnya. Masing-masing aktor yang memerankan narapidana sudah mampu berakting seolah-olah mereka adalah “teman” di dalam penjara sungguhan. Salah satu faktor yang mendukung hal ini adalah, selain karena filmnya direkam di dalam sebuah penjara sungguhan, para aktor berlatih untuk membiasakan diri sehingga menjadi “teman sungguhan” di dunia nyata sehingga dapat berinteraksi dengan lebih alami sebagai “teman” di dalam filmnya. Selain itu, sebagian besar porsi film ini direkam secara kronologis sehingga proses perkenalan para karater dapat menjadi lebih alami lagi. Dalam dokumenter pembuatan The Shawshank Redemption yang dirilis dalam DVD edisi spesial 10 tahun, terdapat sebuah contoh yang kembali menunjukkan keunggulan akting pemain dalam film ini. Dokumenter tersebut menyinggung tentang adegan ketika Andy, Red, dan beberapa teman mereka ditugasi melapisi atap bangunan dengan tar panas dan di akhir adegan mereka menikmati bir bersama-sama. Ketika merekam adegan tersebut, para aktor sungguh-sungguh kelelahan karena tar yang digunakan pada akhirnya menjadi dingin dan tongkat pel mereka menjadi berat karena tar menjadi semakin lengket. Dalam adegan menikmati bir, mereka pun sebenarnya sungguh-sungguh menikmati bir tersebut karena memang sudah lelah melapisi atap dengan tar. Dengan demikian, adegan tersebut sudah tampak realisits dan “natural”.

We sat and drank with the sun on our shoulders and felt like free men. Hell, we could have been tarring the roof of one of our own houses. We were the lords of all creation. As for Andy, he spent that break hunkered in the shade — a strange little smile on his face — watching us drink beer.”—Red

04 Music Match

Tidak ada keluhan di pemilihan musik. Dalam The Shawshank Redemption, musik-musik yang diperdengarkan sudah sesuai dengan nuansa adegannya sehingga tidak ada musik yang terdengar “tidak pada tempatnya” misalnya musik yang ceria dalam adegan yang sedih atau adanya musik pop khas dekade 1990-an yang menggeser aura 1940-1960-an dari film ini ke 1990-an.

I have no idea to this day what those two Italian ladies were singing about. Truth is, I don’t wanna know. I would like to think they were singing about something so beautiful it can’t be expressed in words and makes your heart ache because of it. I tell you those voices soared higher and farther than anybody in a gray place dares to dream. It was like some beautiful bird flapped into our drab little cage and made these walls dissolve away, and for the briefest of moments, every last man at Shawshank felt free.”—Red

05 Cinematography Match

The Shawshank Redemption memiliki sinematografi yang baik. Sinematografi dalam film ini sudah mendukung nuansa yang ingin disajikan oleh narasinya—seperti nuansa keputusasaan, tertekan, dan harapan, yang masing-masing memiliki perbedaan. Bagaimana keseluruhan tampilan luar penjara diperlihatkan, bagaimana bagian dalam atau sel-sel narapidana diperlihatkan, kemudian dikontraskan dengan sel khusus yang lebih sempit untuk menghukum para tahanan sudah diperlihatkan dengan baik dan tidak memperlihatkan gangguan atau potensi mengalihkan perhatian penonton. Terdapat beberapa adegan kekerasan film ini yang juga sudah difilmkan dengan teknik sinematografi yang baik. The Shawshank Redemption tidak menampilkan berbagai adegan kekerasan secara terang-terangan hingga memperlihatkan darah atau zoom-in pukulan yang jelas-jelas mendarat di tubuh karakternya, tetapi tetap berhasil menyampaikan maksud dari bagian narasi kekerasan tersebut dengan efektif. Dengan kata lain, sinematografi dan narasi dalam film ini sudah menyatu baik alias saling melengkapi.

I find I’m so excited I can barely sit still or hold a thought in my head. I think that’s the excitement only a free man can feel, a free man at the start of a long journey whose conclusion is uncertain. I hope I can make it across the border. I hope to see my friend and shake his hand. I hope the Pacific is as blue as it has been in my dreams. I hope.”—Red

06 Costume Design

Kostum yang digunakan dalam film ini sudah baik. Kostum masyarakat di luar penjara sudah menyesuaikan dengan latar waktu kejadiannya (megkuti tren busana kasual era 1940-an hingga 1960-an). Kostum yang digunakan oleh para narapidana dan seragam para sipir penjara juga sudah baik. Kostum narapidana yang digunakan oleh Andy Difresne dan Red sudah dikontraskan dengan pakaian setelah keduanya keluar dari penjara.

Dear fellas, I can't believe how fast things move on the outside. I saw an automobile once when I was a kid, but now they're everywhere. The world went and got itself in a big damn hurry. The parole board got me into this halfway house called "The Brewer" and a job bagging groceries at the Foodway. It's hard work and I try to keep up, but my hands hurt most of the time. I don't think the store manager likes me very much. Sometimes after work, I go to the park and feed the birds. I keep thinking Jake might just show up and say hello, but he never does. I hope wherever he is, he's doin' okay and makin' new friends. I have trouble sleepin' at night. I have bad dreams like I'm falling. I wake up scared. Sometimes it takes me a while to remember where I am. Maybe I should get me a gun and rob the Foodway so they'd send me home. I could shoot the manager while I was at it, sort of like a bonus. I guess I'm too old for that sort of nonsense any more. I don't like it here. I'm tired of being afraid all the time. I've decided not to stay. I doubt they'll kick up any fuss. Not for an old crook like me. P.S: Tell Heywood I'm sorry I put a knife to his throat. No hard feelings. Brooks.”—Brooks Hatlen

07 Background/Set Match

Latar belakang dan properti yang digunakan dalam film ini sudah baik. Bermula dari pemilihan bangunan penjara yang digunakan, pemilihan bangunannya sudah baik karena berhasil mendukng nuansa mencekam yang ingin disajikan oleh ceritanya. Penjara yang digunakan adalah sebuah penjara sungguhan, Ohio State Reformatory, yang sudah berhenti beroperasi pada tahun 1990. Meski demikian, lokasi tersebut dipilih karena dinilai sesuai dengan deskripsi keadaan di dalam naskahnya. Kesesuaian latar penjara Ohio State Reformatory dengan nuansa filmnya berhasil mendukung para aktor untuk memerankan karakter mereka. Para aktor mengaku dapat merasakan nuansa tertekan dan keputusasaan yang dipancarkan oleh bangunan penjara tersebut. Properti lainnya seperti kendaraan dan teknologi yang digunakan mengikuti dekade narasinya (dari 1940-an hingga 60-an) sudah dipilih dengan baik sehingga merepresentasikan dekade spesifik waktu kejadian di dalam narasinya.

08 Special and/or Practical Effects

Efek visual dalam film ini sudah baik. Karena bukan merupakan sebuah film penuh Aksi, Horror penuh makhluk gaib, atau Fantasi yang penuh monster negeri ajaib, tidak banyak efek khusus yang harus ditampilkan dalam film ini. Efek pencahayaan, editing, reproduksi suara, dan hal-hal yang berkaitan dengan teknis presentasi film ini secara umum sudah baik.

09 Audience Approval

The Shawshank Redemption merupakan sebuah film yang gagal secara finansial karena hanya ditonton oleh sedikit penonton. Meski demikian, mayoritas penonton yang menyaksikan film ini di bioskop pada tahun 1994 memberikan tanggapan yang positif. Kegagalan film ini bukan dikarenakan buruknya respons penonton, tetapi dikarenakan faktor-faktor lain yang nantinya akan dieksplorasi dalam poin Financial dan Longevity.

Platform

Score ⸙

IMDb

9.3/10

Rotten Tomatoes

98%

Metacritic

9.0/10

Google User

96%

Nilai pada tabel di atas mungkin berbeda dengan nilai yang dikemukakan oleh masing-masing platform. Pada platform penilaian film  yang menampilkan penilaian kritikus, nilai yang ditampilkan pada tabel di atas adalah nilai yang diberikan oleh penonton non-kritikus/user. Nilai yang ditampilkan mengacu pada data termutakhir saat artikel ini dipublikasikan. Maka, nilai yang ditampilkan pada masing-masing  platform  dapat berubah seiring berjalannya waktu.

10 Intentional Match

Sudah menjadi informasi yang umum diketahui publik bahwa, pada tahun 1994, The Shawshank Redemption menjadi sebuah film yang gagal secara finansial. Meski demikian, film ini sudah berhasil memenuhi visi penciptanya dari segi artistik. Sutradara Frank Darabont mengembangkan novela karya Stephen King menjadi lebih kompleks dan mengubah beberapa bagian yang pada akhirnya dipuji baik oleh penonton umum maupun oleh Stephen King sebagai penulis novela-nya. Meski tajuk utama film ini adalah Andy Dufresne, The Shawshank Redemption menjadikan karakter Red menjadi lebih dari sekadar “pengamat” dan film ini memperlihatkan bagaimana karakternya mengalami perkembangan yang perlahan tapi signifikan melalui seluruh adegan di dalam film. Maka tidak heran ketika Frank Darabont mengungkapkan bahwa kunci film ini, salah satunya, ada pada sebuah adegan wawancara pembebasan bersyarat Red yang terjadi sebanyak tiga kali di sepanjang film, memperlihakan dengan jelas apa yang telah berubah dalam diri Red mulai dari sebelum dirinya mengenal Andy dengan baik hingga setelah dirinya bersahabat dengan Andy dan Andy sudah melarikan diri dari penjara. Dilihat dari logika cerita, konsistensi, dan unsur-unsur lainnya, film ini sudah sejalan dengan visi penciptanya. Meskipun The Shawshank Redemption gagal memenuhi visi penciptanya dari segi finansial di tahun 1994, film ini perlahan meraup keuntungan melalui rental kaset, penjualan DVD, rilis ulang, serta penyiaran TV. Kesesuaian antara klaim visi Frank Darabont dan hasil akhir filmnya dapat ditinjau secara langsung dalam wawancara Frank Darabont dalam acara The Charlie Rose Show pada tahun 2004.

[EN]“Ultimately, it’s what is the movie not to me, or to us, but to you and to the people who’ve seen it. And that’s really fascinating because we’ve got some amazing reactions, I’m sure you guys have as well, some amazing reactions through the years. The film seems to be something of Rorschach to people. They project their own lives, their own difficulties, their own obstacles and their own triumphs into it whether that’s a disastous marriage or serious debilitating illness that somebody’s trying to overcome, they view the bar of Shawshank as a metaphor for their own difficulties and then consequently their own hopes and triumphs. And people really do draw strength from that movie.”—Frank Darabont, The Charlie Rose Show, 2004

[ID]“Pada akhirnya, yang penting bukan apa tema film ini untuk saya, atau kita (sutradara dan aktor), tetapi kepada Anda (pembawa acara) dan orang-orang yang sudah menontonnya. Hal itu justru menarik karena kami mendapatkan beragam reaksi yang mengagumkan, saya yakin para aktor juga mendapatkannya, beragam reaksi yang mengagumkan selama tahun-tahun berlalu. Film ini tampaknya menjadi seperti tes psikologi Rorschach bagi penonton. Mereka memproyeksikan kehidupan mereka sendiri, kesulitan yang mereka hadapi, tantangan-tantangan serta keberhasilan-keberhasilan mereka melalui film ini—entah itu pernikahan yang gagal atau penyakit serius yang sedang dilawan oleh seorang pasien, mereka memandang The Shawshank Redemption sebagai metafora dari kesulitan-kesulitan hidup mereka dan akhirnya dari harapan serta kemenangan mereka. Dan penonton benar-benar mendapatkan kekuatan setelah menonton film ini.”—Frank Darabont dalam The Charlie Rose Show, 2004

ADDITIONAL CONSIDERATIONS

[Lima poin tambahan ini bisa menambah dan/atau mengurangi sepuluh poin sebelumnya. Jika poin kosong, maka tidak menambah maupun mengurangi 10 poin sebelumnya. Bagian ini adalah pertimbangan tambahan Skywalker, maka ditambah atau dikuranginya poin pada bagian ini adalah hak prerogatif Skywalker, meskipun dengan pertimbangan yang sangat matang]

01 Skywalker’s Schemata

Entah mengapa setelah pulang kerja, saya secara otomatis memutuskan untuk menonton ulang The Shawshank Redemption. 13 Mei 2022, saya baru saja menjalani review bulanan di kantor dan merasa amat sangat tertekan. Apa yang saya rasakan adalah bahwa pekerjaan saya akan menuntut begitu banyak dari saya dan saya terjerumus dalam sebuah jurang ketakutan bahwa saya tidak akan sanggup menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepada saya. Dua bulan sejak diterima bekerja, saya sama sekali tidak bisa tidur setiap malamnya dan datang ke kantor dengan badan tidak bugar. Kalau diruntut ke belakang sejak saya menuliskan review ini, 13 Mei 2022 mungkin merupakan hari yang paling berat dan saya tidak bisa berhenti khawatir karena saya tahu betul hari-hari ke depan kan jauh lebih berat lagi. Cepat-cepat saya berpikir untuk membuat lebih banyak review film selagi masih sempat, sebelum waktu dan tenaga saya benar-benar dikuras habis untuk pekerjaan saya—yang sebetulnya tidak saya sukai, tetapi mau bagaimana lagi. Dunia ini tidak sempurna dan saya juga perlu uang untuk makan; bahkan membuat review seperti ini, yang kelihatannya mudah dan murah sebetulnya sama sekali tidak mudah dan juga tidak murah.

Setelah mendengarkan tugas apa saja yang harus saya jalankan ke depan, dunia saya serasa berhenti. Salah satu kritik yang dilayangkan pada saya sewaktu review adalah kenyataan bahwa saya cenderung lambat mengoperasikan komputer—seperti saya terlalu bergantung pada mouse daripada menggunakan shortcut. Saya pikir, kenapa tidak diuji saja sewaktu tes penerimaan apakah saya dirasa mampu mengoperasikan komputer sesuai kecepatan yang diinginkan oleh perusahaan. Intinya, saya sebetulnya ingin menangis karena saya merasa terjebak. Namun saya tidak bisa menangis, bukan semata-mata karena saya malu menangis di depan atasan dan Human Resource, tetapi saya benar-benar tidak bisa menangis. Setelah jam kerja usai, saya masuk ke mobil dan tidak langsung menginjak gas. Cukup lama saya berpikir dan “meratap”. Meski matahari sudah sirna dan saya hanya seorang diri di dalam Isuzu Panther tua saya, masih saja saya tidak bisa menangis. Rasa sedih dan tertekan jutru memuncak menjadi amarah. Rencana saya untuk pergi ke toko buku gagal total karena saya merasa tidak enak melakukan kegiatan apapun. Sesampainya di rumah, saya makan sebungkus utuh chicken nugget, menghancurkan pola makan normal saya, dan entah mengapa saya ingin sekali menonton The Shawshank Redemption dan menuliskan reviewnya.

Saya memang tidak menangis di kantor, saya juga tidak menangis di dalam mobil. Namun saya menangis seperti anak kecil selama menonton The Shawshank Redemption sampai saya tertidur dan melanjutkan filmnya keesokan harinya—dan kembali menangis lebih kencang. Saat-saat terakhir, mulai dari penjelasan tentang bagaimana Andy meloloskan diri, adalah titik awal air mata saya tidak berhenti menetes sampai filmnya usai. Saya pun berpikir inilah mengapa saya bisa berani menyatakan bahwa The Shawshank Redemption adalah film yang paling kurang dihargai (most underrated film) sepanjang masa. Jelas sekali film ini adalah salah satu film terbaik yang pernah dibuat. Saya sudah pernah menonton film ini sebelumnya dan seketika menyukainya. Saya menonton ulang beberapa tahun kemudian dan tetap menyukainya. Pada 13 Mei 2022, sekali lagi saa menontonnya dan film ini justru memiliki arti yang jauh lebih besar daripada yang selama ini pernah saya rasakan dalam hidup saya. The Shawshank Redemption menguatkan alasan saya menyertakan poin Longevity dalam setiap penilaian film yang saya berikan. Poin Longevity mengacu pada keyakinan bahwa manusia memiliki nilai-nilai yang universal dan berlaku sepanjang masa (perpetual, internal). Maka, film-film yang benar-benar baik kualitasnya akan mampu melalui berbagai ujian yang muncul di berbagai masa. Sebuah film yang benar-benar bagus, seperti The Shawshank Redemption, mampu memperbaharui dirinya sendiri seiring berjalannya waktu. Saya memaknai film ini di tahun 2022 dengan amat berbeda dari waktu saya pertama kali memaknai film ini di tahun 2013. Film ini tidak hanya menyajikan sebuah fiksi, tetapi memberikan sebuah jembata imajiner antara fiksi dan fakta kehidupan yang sedang saya dan banyak orang lain lalui.

Semakin Morgan Freeman mengutarakan isi pikirannya, semakin deras aliran air mata saya. Apa yang sebelumnya saya anggap sebagai sebuah “film yang bagus—masterpiece” di tahun 2013,  kini saya anggap sebagai sebuah film yang tidak hanya bagus tetapi juga sangat relevan dan berhasil menyentuh hati saya pada tingkat subjektif yang tertinggi. Film ini menjadi lebih dari sekadar tontonan, tetapi sebuah terapi buat saya. Jujur saja saya tidak memiliki sahabat seperti Andy memiliki Red, jadi saya tidak pernah bisa bercerita secara terbuka pada orang-orang terdekat saya—karena toh orang paling dekat pun tidak pernah benar-benar dekat. Pada siapa saya bisa menceritakan kesulitan saya dan tidak malu meneteskan air mata? The Shawshank Redemption menjadi seperti seorang sahabat yang dengan lembut berbisik pada saya, “menangislah, tidak apa-apa.” Saya pun segera mengunjungi teman terdekat saya yang lain, Blog yang saya buat, yang saya anggap sebagai cinta saya, anak saya, segalanya saya. Dan saya memutuskan untuk bercerita, melepaskan semua isi pikiran saya berkaitan dengan pengalaman menonton film ini. Lagipula, saya memang menyediakan kolom poin Skywalker Schemata untuk memfasilitasi hal-hal semacam ini: kalau-kalau saya punya cerita panjang lebar yang arbiter untuk dimuntahkan. Inilah satu-satunya wadah bagi saya untuk berterus terang tentang film dan apapun yang berkaitan dengannya—dengan aman tanpa mencederai atau merusak idealisme atau standar saya untuk menjadi kritikus film yang objektif.

Dalam adegan akhir, kita diperlihatkan pada adegan di mana Red akhirnya mendatangi pohon yang diceritakan oleh Andy di dalam penjara. Sebelumnya, jauh sebelumnya, Brooks menjelaskan bahwa dunia telah berubah dengan begitu pesatnya hingga tidak ada lagi yang ia kenali. Hati saya disayat sewaktu melihat pohon yang diceritakan oleh Andy masih berdiri kokoh dan tidak berubah bahkan setelah lebih dari 20 tahun. Selama ini, saya berusaha menjadi seperti pohon itu. Saya ingin memberikan aura kepastian kepada orang-orang di sekitar saya. Saya ingin meyakinkan mereka bahwa meskipun dunia berubah sedemikian rupa, saya tidak berubah dan mereka bisa mengandalkan saya. Saya adalah simbol konsistensi yang akan terus membisikkan bahwa “segala sesuatu akan baik-baik saja.” 2022 adalah pertama kalinya pohon saya dibabat habis karena lahan sekitarnya akan dijadikan kompleks perumahan. Pada akhirnya, saya khawatir diri saya dan keyakinan-keyakinan saya telah hancur berkeping-keping dan saya benar-benar mati rasa menjalani hidup. The Shawshank Redemption tidak menafikan masalah-masalah yang saya alami seperti kebanyakan orang: “masalahmu bukanlah masalah yang serius”—tidak, film ini mengakui bahwa apa yang saya lalui adalah masalah serius, some serious shit. Namun film ini dengan tenang menjadi pohon bagi saya ketika pohon saya sudah hancur: meskipun masalahmu memang serius, berilah sedikit ruang untuk harapan bahwa nanti kamu akan bisa melalui semuanya. Bagian review ini sepertinya bukan bagian di mana saya memuji kualitas The Shawshank Redemption, tetapi bagian di mana saya berterima kasih kepada film ini.

The Shawshank Redemption, truly, is a masterpiece. There is no other word that can describe this movie other than that it really is a masterpiece. But if I have to call it other than that, I think I’m gonna say that this movie is…a gift.  

There’s not a day goes by I don’t feel regret. Not because I’m in here, or because you think I should. I look back on the way I was then: a young, stupid kid who committed a terrible crime. I want to talk to him. I want to try to talk some sense into him, tell him the way things are. But I can’t. That kid’s long gone, and this old man is all that’s left. I got to live with that.”—Red

02 Awards

Ketika pertama kali dirilis, film ini mendapatkan tanggapan yang positif dari kalangan kritikus sehingga wajar jika film ini mendapatkan banyak nominasi penghargaan. Tercatat, berdasarkan laporan IMDb, The Shawshank Redemption mendapatkan 43 nominasi dan 21 kemenangan. Hal yang menjadi cukup janggal dan membuat status laporan film ini “kurang sempurna” adalah kenyataan bahwa film ini mendapatkan begitu banyak nominasi yang dianggap penting, tetapi tidak memenangkan penghargaan yang dianggap benar-benar penting. The Shawshank Redemption mendapatkan 7 nominasi piala Oscar, termasuk Best Picture, tetapi tidak memenangkan satu pun penghargaannya. Selebihnya, ada beberapa penghargaan yang baru diterima oleh film ini lebih dari 10 tahun setelah filmnya dirilis—itu pun tidak terlalu “signifikan” seperti kemenangan yang diraih dalam Academy of Science Fiction, Fantasy & Horror Films, USA pada tahun 2016 untuk kategori Best DVD/Blu-Ray Collection.

03 Financial

Dari dana pembuatan sebesar $25 juta, The Shawshank Redemption hanya berhasil menjual tiket sebesar $28 juta saat filmnya pertama kali dirilis. The Shawshank Redemption mendapatkan tanggapan yang positif dari kalangan penonton dan kritikus film (bahkan menerima 7 nominasi Oscar), tetapi film yang secara umum dinilai memiliki kualitas baik ini merupakan sebuah box office bomb atau kegagalan finansial yang besar. Berawal dari sinilah saya memutuskan untuk menyatakan bahwa The Shawshank Redemption merupakan film yang paling “diremehkan” atau “underrated” karena sudah bagus kualitasnya tetapi para penonton di masa itu tidak berminat untuk menontonnya. Beberapa penjelasan telah dikemukakan, salah satunya adalah alasan bahwa film ini memiliki judul yang sulit diingat dan sulit diucapkan sehingga menyusahkan para penonton untuk merekomendasikannya ke teman-teman mereka. Sebelum era media sosial, “word of mouth” adalah kekuatan promosi yang sangat besar, tetapi menjadi sulit mempromosikan film ini ketika penonton kesulitan mengingat namanya. Aktor Morgan Freeman mengaku sempat mengusulkan kepada sutradara untuk mengganti judulnya kembali mengikuti judul novela-nya: Rita Hayworth and Shawshank Redemption. Freeman menyadari bahwa judul film itu akan menjadi masalah, tetapi setidaknya penonton akan mudah mengingat nama Rita Hayworth sehingga masih bisa menyebarluaskan judul filmnya ke teman-teman mereka. Dalam perbincangan bersama Freeman, Tim Robbins, dan Frank Darabont di acara Charlie Rose, permasalahan judul ini dikemukakan dan ketiga tokoh kunci mengakui bahwa permasalahan judul film ini berdampak besar pada sulitnya The Shawshank Redemption mendapatkan “exposure” yang lebih menguntungkan.

Apabila diperhatikan, meskipun mendapatkan tanggapan yang positif, The Shawshank Redemption juga dirilis pada waktu yang kurang tepat karena berhadapan dengan Pulp Fiction dan Forrest Gump yang keduanya menjadi sangat populer (Forrest Gump memenangkan Best Picture mengalahkan The Shawshank Redemption). Setelah dinominasikan dalam Oscar, film ini dirilis ulang pada tahun 1995 dan berhasil menjual tiket tambahan sebesar $12 juta. Pada tahun 2004, The Shawshank Redemption kembali dirilis ulang di bioskop untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-10. Pada akhirnya, film ini berhasil menjual tiket sebesar $73 juta. Namun tetap saja, The Shawshank Redemption merupakan sebuah kegagalan finansial karena penghitungan yang digunakan adalah angka penjualan tiket ketika filmnya pertama kali dirilis. Setelah masa-masa bioskop usai, film ini akhirnya dirilis dalam bentuk kaset dan ditawarkan dalam opsi penyewaan (rental). Walaupun gagal di pasar bioskop, kaset film ini sukses di pasar rental film dan menjadi film di posisi 7 yang paling banyak disewa di Amerika sepanjang tahun 1995. Hasil penjualan home video film ini pun sukses besar, diperkirakan lebih dari $80 juta.

The Shawshank Redemption (1994)

Theatrical Performance

Domestic Box Office

$28,241,469

Details

International Box Office

$177,637

Details

Worldwide Box Office

$28,419,106

Further financial details...

Opening Weekend:

$727,327 (2.6% of total gross)

Legs:

11.75 (domestic box office/biggest weekend)

Domestic Share:

99.4% (domestic box office/worldwide)

Production Budget:

$25,000,000 (worldwide box office is 1.1 times production budget)

Theater counts:

33 opening theaters/972 max. theaters, 11.5 weeks average run per theater

Infl. Adj. Dom. BO

$61,831,843

04 Critics

Sejak pertama kali dirilis, The Shawshank Redemption mendapatkan tanggapan yang positif dari kalangan kritikus film profesional. Berbeda dengan minat positif masyarakat umum yang baru mengalami peningkatan setelah filmnya berheti tayang di bioskop, minat kritikus memang sudah sangat positif sejak awal. Bahkan, tanggapan positif para kitikus berhasil menghantarkan film ini mendapatkan 7 nominasi Oscar. Setelah film ini dinominasikan di Academy Awards, barulah semakin banyak masyarakat umum yang berminat untuk menontonnya dan pada akhirnya memberikan tanggapan positif sehingga popularitas film ini semakin meningkat seiring berjalannya waktu.

05 Longevity

Popularitas The Shawshank Redemption, seperti yang telah dibahas dalam poin sebelumnya, mengalami peningkatan seiring berjalannya waktu. Karena satu dan lain hal, film ini tidak populer ketika pertama kali dirilis dan akhirnya gagal secara finansial. Namun seiring berjalannya waktu, popularitas film ini justru semakin meningkat dan banyak disebut oleh berbagai kalangan sebagai “film terbaik yang pernah diciptakan”. Bahkan hingga artikel ini selesai ditulis, The Shawshank Redemption masih menduduki peringkat puncak (1) daftar 250 film dengan rating terbaik di IMDb. Tanggapan penonton dan kritikus generasi baru pun secara umum tetap positif—bahkan cenderung lebih positif dibandingkan dengan tanggapan penonton dan kritikus pada tahun 1994. Popularitas dan tanggapan penonton generasi baru terhadap film ini menunjukkan bahwa The Shawsank Redemption memiliki Longevity yang baik—menjadikannya film dengan status “tidak lekang oleh zaman” alias “timeless”.

Posisi The Shawsank Redemption cukup unik karena posisi yang ditempatinya biasanya dilalui oleh film-film yang menjadi Cult Movie atau Cult Clasic. Namun, The Shawsank Redemption bukanlah sebuah Cult Movie. Film-film yang masuk kategori Cult Movie, berdasarkan deskripsi Skywalker, adalah flm yang pada mulanya mendapatkan tanggapan negatif karena kualitasnya dinilai kurang baik dan tetap diakui bahwa kualitasnya kurang baik di masa mendatang, tetapi memiliki basis penggemar yang besar. Sejak pertama kali dirilis, The Shawshank Redemption sudah mendapatkan respons yang positif. Permasalahan utama film ini terletak pada faktor-faktor ekternal yang berkaitan dengan pemasaran. Maka, film ini leih tepat dinyatakan sebagai sebuah film yang “Underrated” daripada sebuah “Cult Movie”. (pelajari lebih lanjut tentang alasan mengapa The Shawshank Redemption dinyatakan sebagai film yang paling “Underrated” dalam artikel berikut: Apa Film yang Paling Underrated?”)

Final Score

Skor Asli                     : 10

Skor Tambahan           : -

Skor Akhir                  : 10/10

***

Spesifikasi Optical Disc

[Cakram Film DVD/VCD/Blu-ray Disc]

Judul               : The Shawshank Redemption

Rilis                 : 10 September 2003 [|||], 2008 [||]

Format             : VCD [|||], Blu-ray Disc [||]

Kode Warna    : PAL [|||]

Upscaling        : Support Player-HDMI Upscaling [YES||NO] [1080/60/50/24p]

Fitur                : Audio commentary, documentaries [||]

Support           : Windows 98-10 [VLC Media Player], DVD Player, HD DVD Player [termasuk X-Box 360], Blu-ray Player [termasuk PS 3 dan 4], 4K UHD Blu-ray Player [termasuk PS 5].

Keterangan Support:

[Support VCD, DVD, Kecuali Blu-ray dan 4K]

[Support VCD, DVD, Termasuk Blu-ray, Kecuali 4K]

[Support Semua Termasuk 4K]

STREAMING

iTunes:

iTunes

Google Play:

Google PlayGoogle Play

Netflix:

NetflixNetflixNetflixNetflix

***

Edisi Review Singkat

Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa untuk menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Karena menggunakan standar yang baku, edisi review Skywalker akan jauh lebih pendek dari review Nabil Bakri yang lainnya dan akan lebih objektif.

Edisi Review Singkat+PLUS

Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa untuk menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Apabila terdapat tanda Review Singkat+PLUS di bawah judul, maka berdasarkan keputusan per Juli 2021 menandakan artikel tersebut berjumlah lebih dari 3.500 kata.

Edisi Review Singkat+ULTRA

Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa untuk menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Apabila terdapat tanda Review Singkat+ULTRA di bawah judul, maka berdasarkan keputusan per Mei 2022 menandakan artikel tersebut berjumlah lebih dari 5.000 kata.

Skywalker Hunter adalah alias dari Nabil Bakri

Keterangan Box Office dan penjualan DVD disediakan oleh The Numbers

©1994/Warner Bros., Castle Rock/The Shawshank Redemption/All Rights Reserved.

©Nabil Bakri Platinum.

Teks ini dipublikasikan dalam Nabil Bakri Platinum [https://nabilbakri.blogspot.com/] yang diverifikasi Google dan dilindungi oleh DMCA.

Nabil Bakri Platinum tidak bertanggung jawab atas konten dari link eksternal yang ada di dalam teks ini—termasuk ketersediaan konten video atau film yang dapat berubah sewaktu-waktu di luar kendali Nabil Bakri Platinum.